PELITA Vol. 84

15 - 21 September 2008

Senin,
15 September 2008

Selasa,
16 September 2008

Rabu,
17 September 2008

Kamis,
18 September 2008

Jumat,
19 September 2008

Sabtu,
20 September 2008

Minggu,
21 September 2008

POKOK DOA

 

 

PELAYAN TUHAN YANG BERTUMBUH

 

            Menolong orang lain untuk bertumbuh adalah tugas dan tanggung jawab seorang pelayan Tuhan, sehingga syarat utama yang dituntut dari seorang pelayan Tuhan adalah bahwa ia sendiri harus telah mengalami pertumbuhan dan perubahan dalam hidupnya baik dari segi sifat,karakter serta komitmennya kepada Tuhan dan pelayanannya serta mampu mengelolah dan mengatasi setiap masalah yang datang dalam hidupnya. Rasul Paulus adalah salah satu contoh seorang pelayan Tuhan dari sekian banyak pelayan-pelayan Tuhan yang ada dalam Alkitab kita yang telah mengalami pertumbuhan itu. Sehingga kita harus benar-benar menyimak dengan baik perkataannya bahwa “setiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan harus menguasai dirinya dalam segala hal”(1 Korintus 9:28).  “Segala hal” mencakup di dalamnya mampu menjaga hatinya, disiplin, menjaga integritas layaknya sebagai seorang Pelayan Tuhan,mampu membayar harga,berhikmat untuk dapat membedakan hal yang lebih penting dari yang penting sehingga Anda mampu memprioritaskan yang lebih penting itu dalam pelayananmu.

            Seorang pelayan Tuhan yang bertumbuh tidak dinilai dari berapa lama ia telah melayani,berapa banyak ia melakukan aktifitas pelayanan, kepandaiannya dalam berbicara, betapa cemerlangnya ide-ide pelayanan yang disampaikannya,gelar dan kedudukan  bahkan pengetahuan tentang Alkitab tetapi seorang pelayan Tuhan yang bertumbuh dapat terlihat dalam percakapan,prilaku,tindakan dan pengabdiannya.

            Pertumbuhan rohani seorang pelayan Tuhan tidak tergantung dari situasi dan lingkungan karena situasi dan ingkungan tidak dapat menumbuhkan seseorang. Bertumbuh merupakan pilihan seseorang untuk melakukan perintah firman Tuhan. Oleh sebab itu seorang pelayan Tuhan harus tetap menjaga sikap sebagai seorang murid Tuhan yang mau terus belajar dan mau mendengar sebagaimana Maria membiarkan Tuhan melayaninya. Inilah sikap yang sangat dihargai oleh Tuhan.

            PELITA minggu ini kiranya dapat menjadi perenungan bagi Anda pribadi “Apakah Anda sudah layak disebut sebagai PELAYAN TUHAN YANG BERTUMBUH?” SELAMAT MELAYANI, TUHAN MEMBERKATIMU !

           

 

                                                                                                                                                          RedaksiPELITA

 

TOP

 

 

Senin, 15 Septemper 2008

1 Timotius 1:18-20. 

 “Pelayan yang menjaga hati”

 

M1 (MENERIMA)   

1.    Berdoalah mohon Tuhan menolong agar Anda dapat menjadi seorang pelayan yang senantiasa menjaga hati.

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.    Paulus menyebut Timotius dengan sebutan __________________ , sesuai dengan nubuat agar Timotius memperjuangkan __________________________ dengan ___________ dan ___________________________ yang murni. (18)

2.    Apakah akibat dari orang yang menolak hati nurani yang murni? (19)

3.    Siapakah 2 orang yang telah diserahkan kepada iblis, alasannya? (20)

 

Pengajaran

            Surat 1 Timotius merupakan amanat Paulus kepada Timotius agar ia memberantas ajaran guru-guru sesat yang mengajarkan ajaran yang tidak selaras dengan Injil Tuhan. Serta memberantas ajaran mereka yang telah disiarkan di antara jemaat di Efesus.   Paulus tahu bahwa ia tidak akan segera kembali ke Efesus, dan Timotius harus melakukan tugasnya di sana. Oleh sebab itu Paulus merasa perlu untuk menguatkan hati Timotius di dalam menghadapi tugas yang berat yang telah diserahkan kepadanya. Dalam surat itu terdapat asas ajaran yang benar serta beberapa petunjuk untuk mengatur jemaat di Efesus dan juga cara bagaimana ia harus menghentikan ajaran guru-guru sesat itu.

Dalam bagian yang terakhir dari pasal 1, Paulus memberi pesan kepada Timotius, bahwa memberitakan Injil adalah amanat yang istimewa dari Tuhan. Paulus menegaskan bahwa tugas ini diberikan sesuai dengan nubuat, tentang dirinya.    Nubuat itu menyatakan betapa pentingnya tugas Timotius, dan Paulus mengharapkan agar ia melaksanakan tugas itu sebaik-baiknya dengan hati nurani yang murni.  Prinsip Paulus tertulis dalam 1 Korintus 9:27 “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”

            Saudara-saudara, hal ini juga berlaku bagi kita. Setiap orang yang telah diselamatkan oleh Yesus Kristus, berarti kita adalah pelayan-Nya.  Anda harus dengan sungguh-sungguh melaksanakan tugas yang telah diberikan/diamanatkan Tuhan kepada Anda. Setiap pelayan Tuhan harus teguh di dalam iman, harus menjaga agar suara hati tetap suci serta memelihara hati nurani yang murni. Jikalau hati nurani Anda dinajiskan oleh dosa, pasti tidak lama kemudian iman Anda tidak akan bertumbuh. Ada banyak orang yang memulai melayani dengan hati nurani yang baik, tetapi karena tidak menjaga dengan baik, maka mengakhirinya dengan tidak mulia. Mempermalukan Tuhan bahkan tidak memuliakan Dia.  Marilah kita menjadi pelayan yang baik dan menjaga hati nurani dengan baik pula. 

 

M3 (MELAKUKAN)

1.    Jika Anda belum pernah melayani, buatlah tekad untuk terlibat dalam salam satu pelayanan di gereja.

2.    Jika sudah melayani, dalam hal apakah Anda belum hidup dengan hati nurani yang murni? Buatlah sebuah tekad dihadapan Tuhan.

 

M4 (MEMBAGIKAN)

1.    Bagikanlah tekad yang sudah Anda buat kepada teman atau anggota komsel Anda.

 

Ayat Hafalan:

2 Petrus 3:18: “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan,sekarang dan sampai selama-lamanya”.

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: Yesaya 37-39; Amsal 26:27-28

 

 TOP

 

Selasa, 16 September 2008

1 Korintus 9:24-27

“Pelayan yang berdisiplin”

 

M1(MENERIMA)

1.     Berdoalah kepada Tuhan supaya Anda dapat menjadi seorang pelayan Tuhan yang tekun dan DISIPLIN dalam melayani.

M2(MERENUNGKAN)

1.    Bagaimanakah cara memperoleh hadiah dalam suatu gelanggang pertandingan?Dan apakah yang harus dilakukan oleh mereka yang turut mengambil bagian dalam pertandingan itu?(24-25a).

2.    Menurut Paulus apakah perbedaan antara orang-orang Kristen dengan orang-orang yang ada  

      dalam gelanggang pertandingan itu? (25b)

3.    Mengapa Paulus harus melatih dan menguasai seluruh tubuhnya?(27)

 

Pengajaran

            Pelayanan orang Kristen bagaikan sebuah gelanggang pertandingan. Masing-masing pelayan berlari untuk memperoleh sebuah hadiah yaitu suatu mahkota yang abadi(25b). Itulah yang dilakukan oleh Paulus sebagai seorang Rasul (kata “rasul” berarti seorang yang diutus untuk menyampaikan amanat).  Seorang pelayan yang berhasil adalah seorang pelayan yang tidak hanya asal melayani tetapi seorang yang memiliki kehidupan yang penuh disiplin dalam pelayanannya. Seperti seorang pelari dalam gelanggang pertandingan yang harus menguasai dirinya dalam segala hal demikian pula dengan seorang pelayan Tuhan dalam gelanggang pelayanannya. Rasul Paulus melakukannya dengan terus melatih dan menguasai seluruh tubuhnya bukan saja untuk mencapai tujuan kerasulannya tetapi supaya ia sendiri tidak ditolak(26-27).

            Saudaraku, rekan-rekan pelayan! Pelayanan yang Anda lakukan sekarang ini bukanlah hanya sekedar suatu rutinitas yang mengisi waktu-waktu kosongmu melainkan merupakan sebuah kepercayaan akan tugas dan tanggungjawab yang mulia yang Tuhan anugrahkan kepadamu yang harus Anda kerjakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karenanya sebagai seorang PELAYAN Anda pun dituntut untuk punya DISIPLIN ROHANI, DISIPLIN dalam memperlengkapi diri melalui membaca firman Tuhan dan membaca buku-buku rohani,DISIPLIN dalam ibadah,DISIPLIN dalam kerja dan pelayananmu,DISIPLIN dalam waktumu dan DISIPLIN dalam penggunaan setiap berkat yang Tuhan telah berikan kepadamu. Tanpa DISIPLIN tidak mungkin Anda dapat meraih tujuan yang diharapkan Tuhan dari Anda. Tanpa DISIPLIN Anda pun tidak mungkin dapat menjadi seorang pelayan Tuhan yang berkenan kepada-Nya.

 

M3(MELAKUKAN)

1.    Ambillah komitmen kepada Tuhan untuk menjalankan minimal satu DISIPLIN hari ini, misalnya: hari ini saya akan DISIPLIN untuk membaca firman Tuhan minimal satu hari satu pasal.

 

M4(MEMBAGIKAN)

1.    Bagikan pengalaman serta berkat-berkat yang Anda telah dapatkan merenungkan dan melakukan firman hari ini kepada anggota komselmu dan rekan-rekan pelayananmu !

 

Ayat Hafalan:

2 Petrus 3:18: “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan,sekarang dan sampai selama-lamanya”.

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: Yesaya 40-42; Amsal 27:1-14

 

 TOP

 

Rabu,  17 September 2008

Matius 25:14-30. 

 “Seorang Hamba yang Baik dan Setia”

 

M1 (MENERIMA)   

1.    Tuhan Yesus, aku tidak ingin menjadi seorang hamba yang malas, mohon Tuhan senantiasa mengingatkan dan menggerakkan hamba-Mu untuk tekun menunaikan tugas yang Engkau berikan.

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.      Dalam perumpamaan Kerajaan Sorga, berdasarkan apakah tuan ini membagikan talenta? (14-15)

2.      Setelah ketiga hamba menerima talenta, apakah yang mereka perbuat? (16-18)

3.      Apakah tuan hamba-hamba tersebut pulang untuk membuat perhitungan? Bagaimanakah pujian dan penghargaan yang diterima oleh ketiga hamba ini? (19-30)

 

Pengajaran

            Kitab ini ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang meragukan Yesus. Sehingga Matius banyak mengutip ayat dalam perjanjian lama untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan dalam perjanjian lama. Yesus memberitahukan kepada murid-murid, masa-masa menantikan saat kedatangan-Nya, seharunnya berbuat baik dan membagikan kasih dan penghakiman Allah kepada orang lain. Sehingga perikop ini membicarakan tentang perumpamaan tentang mempergunakan talenta yang ada, dengan tujuan untuk mendorong para pembaca menjadi orang yang berhikmak dalam mengambil keputusan. Tujuan utama perumpamaan ini adalah untuk menunjukkan bahwa sebelum kedatangan Kerajaan Sorga, hamba yang baik dan hamba yang jahat hadir secara bersamaan, manusia seharusnya setia dan rajin menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya.  

            Sebelum “kedatangan” kerajaan Sorga, seumpama seorang tuan yang akan bepergian ke luar negeri, sebelum berangkat, menyerahkan hartanya kepada 3 orang hamba untuk dikelola. Dua orang adalah hamba yang setia dan baik yang memperlihatkan kemampuannya, namun hamba yang terakhir justru menyembunyikan talenta yang diberikan. Dalam hal ini Anda tidak dapat mempersalahkan tuan, dengan mengatakan, bahwa dia kurang penglihatan, salam memilih orang, namun karena ia melihat tuannya berangkat ke luar negeri, dia berpikir jika tuan pulang atau tidak pulang, satu talenta dan labanya adalah menjadi milik tuan dan keluarganya, segera timbul rasa malas dan menguburkan talenta itu, jika tuan tidak kembali maka talenta ini adalah miliknya.

            Janganlah Anda meneladani hamba yang malas dan jahat Ini, sebaliknya dengan rajin dan setia menantikan kedatangan kedatangan Juruselamat kita, menjadi seorang hamba yang setia dan baik.

 

M3 (MELAKUKAN)

1.    Buatlah sebuah tekad yang menunjukkan Anda mau menjadi seorang hamba Tuhan yang setia dan baik, dan persembahkanlah talentamu kepada Tuhan untuk bersiap-siap memberi pertanggunggan jawab.

 

M4 (MEMBAGIKAN)

1.    Bagikan pengalaman hamba yang baik dan setia yang Anda kenal kepada anggota komselmu.

Ayat Hafalan:

2 Petrus 3:18: “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan,sekarang dan sampai selama-lamanya”.

 

Bacaan Alkitab 1 tahun:  Yesaya 43-45

 

 TOP

 

Kamis, 18 September 2008

Lukas 17:7-10

“Pelayan Yang Tahu Diri”

 

M1 (MENERIMA)   

Berdoalah agar Anda selalu menyadari siapa diri Anda di hadapan Tuhan dan dapat menjadi seorang pelayan Tuhan yang tahu diri.

 

M2 (MERENUNGKAN)

4.    Sikap apa yang tidak dilakukan seorang tuan kepada hambanya dan bagaimanakah seharusnya sikap seorang tuan terhadap hamba-hambanya? (7-8)

5.    Apakah ketika seorang hamba melayani tuannya, maka ia akan mendapatkan ucapan terimakasih dari tuannya? (9)

6.    Apakah yang harus dinyatakan seorang hamba yang mengerjakan tugasnya kepada tuannya? (10)

 

Pengajaran

            Gambaran tuan dan hamba yang dijelaskan dalam bagian Firman Tuhan ini menguraikan beberapa hal kepada kita, yaitu: (1) seorang hamba adalah seorang yang memberikan pengabdian secara total dan mutlak kepada tuannya; (2) seorang hamba tidak berhak mendapatkan atau mengharapkan pujian dari tuannya; (3) seorang hamba adalah seorang yang harus tahu diri dan selalu menyadari posisinya sebagai seorang hamba.  Kalau seorang hamba telah melakukan tugasnya, ia tidak mempunyai hak untuk mengharapkan lebih daripada upahnya yang biasa dan ia tetap tinggal “tidak berguna”, yaitu tidak mempunyai apa-apa yang dapat dibanggakan. Dari bagian ini kita melihat suatu gambaran yang jelas tentang siapa sesungguhnya seorang hamba di hadapan tuannya. Ketika seorang hamba mengerjakan setiap tugas yang diperintahkan oleh tuannya kepadanya, maka hamba tersebut harus melayani tuannya dengan baik bahkan ketika hamba tersebut merasakan lapar dan lelah, ia harus melayani tuannya terlebih dahulu sebelum hamba tersebut makan dan beristirahat. Dan ketika seorang hamba mengerjakan tugasnya dengan baik sekalipun, hamba tersebut tetap tidak dapat menuntut suatu penghargaan dari tuannya karena dia hanyalah seorang hamba yang harus mengabdi kepada tuannya. Kebenaran ini mengajarkan kepada kita bahwa keberadaan seorang hamba tidaklah lebih dari tuannya. Seorang hamba harus selalu menyadari bahwa posisi dirinya berada di bawah tuannya. Bagian ini juga ingin mengajarkan dan menegaskan kepada kita bahwa kita hanyalah hamba-hamba yang tidak berguna di hadapan Tuhan.

Berdasarkan kebenaran ini, bagaimana Anda melihat pelayanan Anda selama ini? Apakah Anda adalah seorang yang menyadari keberadaan diri Anda sebagai hamba di hadapan Tuhan? Ketika Anda melayani Tuhan, sadarilah bahwa Anda ada dalam posisi sebagai seorang hamba yang rendah di hadapan Tuhan. Karena itu, maka tidak ada keharusan bagi Tuhan untuk memberikan imbalan atau pun penghargaan kepada Anda karena Anda hanyalah seorang hamba yang tidak berguna di hadapanNya.

 

M3 (MELAKUKAN)

1.    Evaluasilah pelayanan Anda selama ini dan tuliskanlah lima hal yang menandakan bahwa Anda menyadari keberadaan diri Anda sebagai seorang hamba.

 

M4 (MEMBAGIKAN)

1.    Ceritakanlah hasil evaluasi pelayanan Anda kepada komsel atau sahabat rohani Anda.

 

Ayat Hafalan:

2 Petrus 3:18: “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan,sekarang dan sampai selama-lamanya”.

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: Yesaya 46-48; Amsal 28:1-14

 

 TOP

 

Jumat, 19 Sepetember 2008

I Petrus 4:7-11. 

“Seorang Pelayan yang berkenan kepada Tuhan

 

M1 (MENERIMA)   

a.    Tuhan, aku bersyukur, hari ini saya diingatkan bahwa kesudahan segala sesuatu sudah dekat, saya ingin dalam segala hal dapat memuliakanmu.

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.    Kesudahan segala sesuatu sudah dekat, dengan sikap bagaimanakah kita menghadapinya? (7-9)

2.    Berdasarkan apakah kita harus saling melayani dan untuk menjadi pengurus yang baik dari siapakah? (10)

3.    Jika Saudara adalah hamba yang berkenan kepada Tuhan, bagaimanakah seharusnya Anda bersikap dan bertindak? (11)

 

Pengajaran

            Petrus merupakan salah satu rasul dari 12 rasul Tuhan Yesus. Pada hari pentakosta, hidup petrus diubahkan. Sebelum hari pentakosta Petrus adalah seorang yang yang penakut dan tidak dapat dipercaya, namun saat menulis surat ini, Petrus telah berubah menjadi seorang rasul yang berani dan menjadi milik Yesus Kristus. Sebelum meninggal dunia, Petrus menulis surat ini, dia bersama jemaat lainnya, menderita karena percaya kepada Kristus. Oleh karena mereka tidak menyembah berhala, juga tidak melakukan kejahatan yang lain, sehingga dibenci oleh orang. Kaisar Romawi, memberi perintah untuk menganiaya orang Kristen, sebab itu untuk melewati kehidupan kristiani sangatlah sulit. Petrus mendorong mereka, dan mengingatkan gar memiliki pengharapan, karena Kristus akan datang kembali. Petrus juga disebut eorang rasul yang “penuh pengharapan,” sehingga mereka memperoleh kekuatan dan penghiburan dari nasihat Petrus.

            Ayat 7, kesudahan segala sesuatu sudah dekat, ...  kesudahan menunjukkan akhir jaman, ayat ini penuh dengan penghiburan yang berlimpah. Pengharapan kita segera akan nyata, jemaat segera akan menghadapi hari yang akan tiba, harus memiliki sikap yang benar. Ayat 8, kasihilah sungguh-sungguh akan yang lain, ... ayat ini menunjukkan bahwa banyak kasih yang tidak sungguh-sungguh. Sehingga, Petrus menekankan harus sungguh-sungguh dalam mengasihi. Kasih menutupi banyak sekali dosa, kasih yang sejati rela menasihati kesalahan orang lain. Ayat 10-11, dalam jemaat setiap orang harus saling melayani sesuai karunia yang Tuhan beri agar dapat memuliakan Tuhan. 

               Dalam kitab ini, Petrus memberitahukan kita, bahwa Yesuslah teladan kita. Ketika penderitaan bertambah, banyak jemaat harus membuktikan iman mereka, untuk menunjukkan kesaksian mereka. Jika dalah sukacita dan duka cita Anda tetap dapat berharap kepada pengharapan yang ada dalam Tuhan, maka sekalipun dalam penderitaan, Anda tetap memiliki sukacita dalam Tuhan.

 

M3 (MELAKUKAN)

1.    Tuliskanlah dua hal yang berkenan kepada Tuhan yang telah Anda buat dalam minggu ini.

 

M4 (MEMBAGIKAN)

1.    Bagikalah pengalaman di atas kepada anggota komsel Anda. 

 

 

Ayat Hafalan:

2 Petrus 3:18: “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan,sekarang dan sampai selama-lamanya”.

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: Yesaya 49-51; Amsal 28:15-28

 

 TOP

 

Sabtu, 20 September 2008

2 Korintus 6:1-10

“Pelayan yang Menuntut Diri”

 

M1 (MENERIMA)   

1.    Berdoalah agar Tuhan memberikan kemampuan kepada Anda untuk dapat menjadi pelayan Tuhan yang berani membayar harga.

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.    Apa nasihat Paulus untuk rekan-rekan sepelayanannya? (ay. 1b)

2.     Bagaimana sikap Paulus agar ia tidak membuat kasih karunia Allah menjadi sia-sia? (ay. 3-4a)

3.     Tuliskan 10 dari 17 hal yang Paulus tunjukkan sebagai pelayan Tuhan! (ay. 4b – 10)

 

Pengajaran

            Ketika Paulus menulis surat ini kepada Jemaat Korintus, pada waktu itu ada banyak orang Kristen bahkan pelayan Tuhan yang mulai meragukan Paulus dan pengajarannya. Hal ini terjadi karena waktu itu banyak guru palsu yang mengajarkan ajaran yang berbeda dari Firman Tuhan. Akibatnya banyak orang Kristen mendengar Firman Tuhan tetapi tidak menerima apalagi melakukannya sehingga Firman itu tidak berdampak pada perbuatan maupun perkataan mereka sebagai orang percaya dan pelayan-pelayan Tuhan.  Sebaliknya, Paulus justru berusaha menjaga kasih karunia Tuhan itu dengan menunjukkan firman Tuhan yang telah ia terima dalam tindakannya secara nyata. Dalam segala hal ia berusaha menyatakan karakter Kristus melalui apa yang ia katakan dan lakukan. Paulus berusaha menunjukkan kehidupannya yang sabar dalam menanggung penderitaan, dalam berjerih payah maupun dalam menghadapi perlakuan manusia lainnya. Akan tetapi yang terutama adalah ia berupaya menjaga kekudusan hidupnya,  kasihnya dan pengajarannya dengan berupaya menggunakan senjata keadilan/kebenaran (2 Kor. 10:3-6; Ef. 6:10-18) yaitu Firman Tuhan.  Paulus terus menuntut pertumbuhan rohaninya dengan  terus belajar dan hidup di dalam kebenaran firman Tuhan. Itulah yang menjadi sumber kekuatan baginya untuk menerima harga apapun yang harus ia terima sebagai pelayan Tuhan yang menghargai panggilannya.

            Ada banyak pelayan Tuhan yang suka melayani Tuhan akan tetapi tidak berani membayar harga untuk menuntut pertumbuhan rohaninya. Banyak pelayan Tuhan mungkin berani mengorbankan uangnya, tenaganya, pikirannya dan waktunya untuk memikirkan dan melakukan berbagai macam aktifitas pelayanan, akan tetapi tidak berani mengorbankan waktu tidurnya, hobinya, waktu nonton, waktu bermain, ataupun hati dan pikirannya untuk membangun hubungan pribadinya dengan Tuhan dan bertumbuh dalam firman-Nya. Akibatnya ada banyak pelayan Tuhan yang aktif melayani tetapi tidak bertumbuh, tidak menjadi berkat, bahkan mudah kecewa dan meninggalkan Tuhan pada saat ada masalah dalam kehidupan maupun pelayanannya. Bagaimana dengan Anda, sudahkah Anda menjadi pelayan Tuhan yang menuntut diri untuk bertumbuh secara rohani?

 

M3 (MELAKUKAN)

1.    Tuliskan minimal 3 hal yang Anda lakukan untuk menuntut pertumbuhan rohani Anda sebagai pelayan Tuhan!

2.    Pertumbuhan rohani seperti apakah yang Anda peroleh dengan melakukan hal-hal tersebut di atas?

 

M4 (MEMBAGIKAN)

Bagikanlah apa yang Anda lakukan untuk dan hasil pertumbuhan rohani Anda kepada minimal 2 orang teman komsel Anda atau keluarga Anda!

 

Ayat Hafalan:

2 Petrus 3:18: “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan,sekarang dan sampai selama-lamanya”.

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: 1 Timotius 1-6; Amsal 29:1-7

 

 

 TOP

 

Minggu, 21 September 2008

Lukas 10:38-42

“Pelayan yang memiliki prioritas”

 

M1 (MENERIMA)

1.    Berdoa dan mintalah hikmat dari Tuhan supaya Anda tahu menentukan hal apa yang harus Anda prioritaskan terlebih dahulu  dalam setiap pelayanan Anda.

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.  Bagaimana sikap Maria ketika melihat Yesus berada di kampungnya dan apakah yang dilakukan oleh Maria selanjutnya? (38,39b)

2.    Bagaimana pula sikap Marta saudara Maria pada saat itu dan apakah yang ia katakan kepada Yesus?(40)

3.    Bagaimana respon Yesus terhadap perkataan Marta atas pertanyaannya dan apakah yang dikatakan Yesus tentang Maria?(41,42)

 

Pengajaran

            Martha dan Maria adalah dua orang bersaudara yang tinggal di Betania,yaitu sebuah desa yang berada dekat kota Yerusalem daerah Yudea. Di dalam kebudayaan mereka adalah suatu hal yang sangat memalukan bila orang sampai menolak kedatangan seorang tamu apalagi tamu yang datang adalah seorang yang sudah sangat terkenal dikalangan masyarakat.Itulah yang terjadi dengan Martha.Kedatangan Yesus ke rumahnya membuat dia begitu antusias, ia sibuk di dapur menyiapkan hidangan terbaik bagi Yesus dan para murid-Nya.Karena merasa sebagai anak sulung maka ia harus bertanggung jawab untuk menjadi tuan rumah yang baik.  Sementara Maria lebih memilih untuk duduk dengan tenangnya di kaki Yesus.Melihat sikap Maria seperti itu membuat hati Martha sebel  bukan saja hanya kepada Maria tetapi kemarahannya juga ditujukan kepada Yesus (40). Tetapi Yesus justru meresponinya dengan suatu teguran karena terlalu kuatirnya Martha dan menyusahkan diri dengan hal-hal yang tidak terlalu penting(41). Sebaliknya Yesus memuji Maria bahwa Maria telah memilih bagian yang terbaik(42),yaitu memilih sikap sebagai seorang murid,yang mau belajar dan mau mendengar.

            Hari ini Anda diingatkan oleh Tuhan, bahwa melayani itu baik tapi yang lebih utama dalebihn yang terbaik daripada itu adalah duduk tenang dekat kaki Yesus dengan belajar dan merenungkan firman-Nya. Belajarlah untuk lebih mem-PRIORITAS-kan yang terutama dan terbaik itu dalam setiap pelayanan Anda.

 

M3 (MELAKUKAN)

1.    Sudahkah Anda mem-PRIORITASKAN Tuhan dalam pelayanan Anda? Kalau belum mulai sekarang ini juga !

 

M4 (MEMBAGIKAN)

1.  Bagaikan berkat rohani yang Anda dapatkan melalui firman Tuhan hari ini kepada Anggota Komselmu dan rekan pelayanmu.

 

Ayat Hafalan:

2 Petrus 3:18: “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan,sekarang dan sampai selama-lamanya”.

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: Mazmur 111-113

 

 TOP

 

 

Pokok Doa :

1.        Tanggal 21 September 2008 merupakan batas akhir pendaftaran bagi Pemilu 2009. doakan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat mensosialisasikan hal ini dengan gencar dan cepat mengingat banyak masyarakat yang belum mengetahui tahapan-tahapan Pemilu.

2.        musim kemarau menyebabkan beberapa daerah kesulitan air bersih, warga terpaksa mengkonsumsi air keruh dan tak layak. Doakan agar PDAM dapat memasok air bersih ke daerah-daerah rawan kekeringan.

3.        Peredaran narkoba di penjara melibatkan banyak sipir penjara sebagai kurir. Doakan penegakan hukum yang benar dan pembinaan napi sehingga penjara menjadi tempat pemulihan bagi para napi.

4.        Angka kriminalitas semakin meningkat bahkan pembunuhan antar anggota keluarga banyak terjadi, menandakan tingkat frustasi yang tinggi. Doakan agar umat Tuhan semakin mengandalkan Tuhan dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan ini.

5.        Ditemukan marak kembali makanan menggunakan pengawet Natrium benzoat dan kalium Sorbat yang berlebihan yang membahayakan kesehatan. Agar aparat lebih tegas dalam mengantisipasi.

6.        Berdoa untuk pemilihan majelis, pengurus departemen dan komisi periode 2009-2010, supaya Tuhan memberikan orang-orang yang takut akan Tuhan, yang tepat dan mengasihi Tuhan dalam mengerjakan pelayanan-Nya.

7.        Berdoa untuk pembangunan Sekolah Kristen Kalam Kudus di Kompleks Mekar Wangi supaya bisa selesai tepat pada waktunya.

8.        Berdoa untuk Pameran Pelayanan Gereja yang akan diadakan pada tanggal 21 September 2008. doakan untuk persiapan setiap komisi dan departemen dalam pelaksanaan pameran ini.

9.        Berdoa untuk pelayanan Paduan Suara Raphael dalam acara Konser Misi di Gereja Kalam Kudus Jakarta pada tanggal 27 September 2008 dan di Gereja Metodis Anugrah dalam Kebaktian Penyegaran Rohani pada tanggal 28 September 2008 juga Ev. Nova Manullang yang mendampingi.

10.     Berdoa untuk pelayanan Ev. Maria di GPMII Bontang, Kalimantan Timur. Terutama untuk perintisan komisi remaja di sana. Berdoa supaya Tuhan memberikan hikmat dan kesehatan dalam pelayanan hamba-Nya.

11.     Berdoa untuk jemaat yang sudah lama tidak datang beribadah karena mengalami kekecewaaan, frustasi, sedang menghadapi masalah yang berat, dll.

12.     Berdoa untuk jemaat yang sedang bergumul dalam mencari pekerjaan, usaha yang macet,  membutuhkan biaya pengobatan, membutuhkan biaya study anak-anak, konflik dalam hubungan antar anggota keluarga, dll.

13.     Berdoa untuk saudara/i yang sedang lemah tubuh :

-      Ibu Joyce , pemulihan dari stroke.

-      Ibu Bapak Rao Qing Ji , punggung retak

-      Bapak Chen Khe Fung, kanker prostat dan kaki retak

-      Bapak Yohan Kurniawan, pemulihan dari operasi jantung

-      Bapak Hutabarat (ayah Ria Daniella, Paul dan Martin), pemulihan dari operasi tumor di hidung dan proses penyinaran yang harus dijalani

-      Samuel Raozen (cucu bapak Yunus Muliawan), mengalami gangguan pencernaan

-      Ibu Yen Ling, diabetes dan ginjal bocor

-      Bapak Hardani Poernama , diabetes

-      Bapak Gunadi Tirta, lupus

-      Bapak Teddy, kanker getah bening

-      Ibu Ratna Dewi, kanker lever

 

 

 TOP