PELITA Vol. 67

Senin, 19 Mei 2008

Selasa, 20 Mei 2008

Rabu, 21 Mei 2008

Kamis, 22 Mei 2008

Jumat, 23 Mei 2008

Sabtu, 24 Mei 2008

Minggu, 25 Mei 2008

POKOK DOA

 

 

KONSEKUENSI PELAYAN TUHAN

 

          Prinsip umum yang berlaku di tengah-tengah masyarakat adalah jika saya melakukan hal yang benar, maka kebaikan yang akan saya dapatkan. Dan, jika saya melakukan hal yang salah, maka hal-hal buruk akan menimpa saya.  Kebenaran mendatangkan upah dan kesalahan mendatangkan konsekuensi.  Itu adalah gambaran kehidupan yang sangat logis dan adil.  Masalahnya, dalam kehidupan sehari-hari prinsip ini seringkali tidak menjadi kenyataan sebab hidup ini seringkali berjalan tidak sebaik yang diharapkan.  Di dunia ini semua orang pernah mengalami keadaan yang diputarbalikkan.  Semua pernah merasakan bagaimana rasanya setelah bersusah payah karena melakukan apa yang benar, tetapi tetap saja menderita karenanya.  Kejadian seperti ini ibarat menelan ‘pil pahit’ kehidupan.  Yang pasti ketika semua ini terjadi, tidak ada seorang pun yang menyukainya!  Konsekuensi hanya dialami orang yang melakukan kesalahan.  Apabila konsekuensi dikaitkan dengan tindakan-tindakan yang benar, siapa pun pasti akan bergumul dengan kemarahan.     

            Dalam pelayanan, hal-hal yang tidak logis dan tidak adil sudah pasti akan Anda hadapi, cepat atau lambat!  Anda mungkin telah memberi, mengampuni, melupakan, melepaskan keinginan diri sendiri, taat secara maksimal kepada Tuhan, dan rendah hati.  Dan, setelah Anda melakukan semua hal yang baik tersebut, kadang-kadang atau bahkan seringkali Anda tetap akan mendapat perlakuan tidak adil juga.  Oleh sebab itu, PELITA minggu ini akan membuka mata Anda lebar-lebar untuk melihat berbagai konsekuensi yang akan dan harus Anda hadapi sebagai seorang pelayan atau calon pelayan.  Bukan untuk membuat Anda menjadi undur dan lari dari pelayanan namun untuk menyiapkan hati Anda dan juga untuk “meningkatkan pelayanan Anda” supaya lebih berkualitas secara emosional maupun secara rohani.  Ingatlah selalu bahwa orang yang tidak berani menghadapi masalah adalah orang yang kalah sebelum bertanding!  Selamat ber-PELITA, Tuhan memberkati Anda!

     

-Redaksi PELITA-

 

 TOP

 

Senin, 19 Mei 2008                                    

2 Korintus 4:5-12

”Menderita akibat MELAYANI”

 

M1 (MENERIMA)      

1.      Berdoalah agar ketika Anda mengalami kesulitan dalam pelayanan, Anda dapat tetap setia melayani Tuhan

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.      Siapakah yang Paulus beritakan dan siapa yang bukan Paulus beritakan? Apakah harta yang dimasudkan oleh Paulus? (5-7)

2.      Apakah penderitaan yang Paulus alami dalam pelayanannya? (8-9)

3.      Mengapa Paulus mengalami penderitaan dalam pelayanan? (10-12)

 

Pengajaran

Menderita karena melayani Tuhan adalah makanan sehari-hari bagi Paulus dalam pelayanannya. Bagi Paulus, penderitaan ketika melayani Tuhan HARUS dialami oleh setiap orang percaya: ”sebab kami ... terus menerus diserahkan kepada maut karena Yesus” (ayat 11). Mengapa Paulus dapat tetap bertahan di dalam pelayanan yang sulit ini? Karena Paulus sudah mendapat harta yang terindah, yaitu: pengenalan akan Kristus (ayat 6). Ketika Paulus melayani, hanya satu hal yang Paulus inginkan, yaitu: supaya semua orang dapat memiliki pengenalan yang mendalam akan Yesus, seperti yang ia punyai; dan Paulus berani membayar dengan harga apapun supaya banyak orang dapat mengenal Yesus. Harta ini jauh lebih berharga daripada apapun termasuk kenikmatan hidup. Oleh karena itu, Paulus tidak memandang penderitaan yang ia alami sebagai alasan untuk ia mundur dari pelayanan; bahkan ia RELA menderita demi Kristus. Meskipun menderita, Paulus mempunyai pengharapan dalam pelayanannya: ”meski ditindas tapi tidak terjepit; habis akal tapi tidak putus asa; dianiaya tapi tidak sendirian; dihempaskan tapi tidak binasa.”

Apakah Anda pernah mengalami kesulitan di dalam pelayanan? Apakah yang Anda lakukan ketika kesulitan itu menerpa pelayanan Anda? Mundur dan berkata: ”saya tidak mau melayani lagi”? Apakah Anda pernah mengalami sakit hati karena difitnah, diomongin yang jelek-jelek, dijauhi oleh teman sepelayanan? Jika ya, Paulus juga pernah mengalaminya; masalahnya adalah apakah Anda mundur atau tidak! Jika fokus pelayanan Anda adalah Yesus, tentu Anda tidak akan mundur; tetapi jika fokus pelayanan Anda adalah diri Anda sendiri, tidak aneh Anda langsung mundur dari pelayanan. Maukah Anda menderita bagi Yesus?

 

M3 (MELAKUKAN)

1.      Tuliskan alasan-alasan yang dapat Anda pakai untuk mundur dari pelayanan: dikhianati, gak ada hati, difitnah, diomongin yang buruk, dll. Apakah Anda pernah MAU atau SUDAH mundur dari pelayanan karena alasan-alasan tersebut? Jika ya, bertobatlah! Jika Yesus saja sudah menderita karena melayani Anda, janganlah Anda menyerah karena penderitaan yang Anda alami karena melayani Yesus!

 

M4 (MEMBAGIKAN)

1.      Bagikanlah pengalaman ketika Anda MAU mundur dari pelayanan tetapi Anda dapat mengatasinya dan tetap setia dalam pelayanan; atau jika Anda SUDAH mundur, bagikanlah tekad Anda untuk mau kembali melayani Tuhan meskipun Anda akan mengalami penderitaan

 

Ayat hafalan

2 Korintus 6:4 “Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran.”

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: 1 Raja-raja 1-3; Amsal 17:1-14

 

 TOP

 

Selasa, 20 Mei 2008

1 Petrus 2:19-25

“Respon seorang PELAYAN terhadap perlakuan yang buruk”

 

M1 (MENERIMA)      

1.      Berdoalah agar Anda dapat berespon dengan baik ketika Anda mendapat perlakuan yang buruk ketika Anda melayani

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.      Penderitaan seperti apakah yang disebut sebagai kasih karunia Allah? Dan penderitaan seperti apakah yang tidak sesuai dengan kehendak Allah? (19-20)

2.      Apakah respon Yesus ketika mendapat perlakuan yang buruk ketika Ia melayani di dunia? (21-23)

3.      Apakah yang telah Yesus lakukan bagi Anda? Apakah dampak pelayanan Yesus bagi Anda? (24-25)

 

Pengajaran

Banyak orang Kristen berpikir bahwa ketika mereka menjadi orang percaya, seharusnya hidup mereka aman, nyaman dan tidak ada masalah; apalagi ketika mereka sudah melayani dan melakukan banyak perbuatan baik, seharusnya  Tuhan melindungi dan menjauhkan mereka dari masalah. Tetapi Petrus berpendapat lain, yaitu orang percaya dipanggil untuk menderita, seperti Kristus telah menderita. Yang membedakan antara orang percaya dan orang belum percaya adalah RESPON ketika penderitaan itu datang. Orang belum percaya mungkin akan bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan ketika mereka berada dalam kesulitan; tetapi orang percaya tidak akan mencaci maki, tidak akan mengancam dan tetap hidup dalam kebenaran (ayat 23-24). Itulah sikap seorang PELAYAN Tuhan. Seorang PELAYAN Tuhan akan tetap tabah dan sabar dalam menanggung penderitaan karena ia tahu bahwa Yesus pun sudah menderita ketika melayani di dunia. Semua pelayanan dan perbuatan baik yang ia lakukan, tidak dijadikan alasan untuk menghindari penderitaan.

Ketika Anda berada dalam penderitaan, apakah Anda masih bisa mengucap syukur atau justru Anda mulai ngomel dan menyalahkan Tuhan? Ketika kondisi di sekitar Anda tidak berjalan sesuai dengan keinginan Anda, apakah Anda memberikan RESPON sesuai dengan iman Anda atau Anda mulai menggerutu dan mengatakan bahwa Tuhan tidak adil? Seorang PELAYAN Tuhan pasti mempunyai karakter yang serupa dengan Kristus; dan karakternya yang asli baru akan terlihat ketika ia berada dalam penderitaan. Kira-kira karakter apa yang terlihat dalam diri Anda, ketika Anda mendapat perlakuan yang buruk? Respon apa yang Anda berikan kepada orang yang telah menyakiti hati Anda? Membalas atau mengampuni?

           

M3 (MELAKUKAN)

1.      Ketika Anda sedang melayani atau melakukan perbuatan baik, apakah ada orang lain yang justru menjelek-jelekkan Anda? Jika ya, apakah yang akan Anda lakukan kepada orang tersebut? Ketika Anda sudah setia melayani, kemudian Anda mendapat musibah; apakah yang akan Anda katakan kepada Allah: tabah atau menyalahkan Tuhan? Ingatlah! Anda dipanggil untuk menderita seperti Kristus telah menderita untuk menebus dosa-dosa Anda!

 

M4 (MEMBAGIKAN)

1.      Bagikan pengalaman Anda kepada teman komsel Anda, ketika Anda dapat memberikan RESPON yang baik waktu mendapat perlakuan yang buruk dalam pelayanan!

 

Ayat hafalan

2 Korintus 6:4 “Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran.”

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: 1 Raja-raja 4-6; Amsal 17:15-28

 

 TOP

 

Rabu, 21 Mei 2008

Ibrani 11:32-39

“Masih mau MELAYANI?”

 

M1 (MENERIMA)      

1.      Berdoalah dan minta Roh Kudusnya memimpin Anda untuk mengerti dan memahami setiap firman Tuhan yang diberikan kepada Anda hari ini.

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.      Apakah kunci kemenangan  Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi sehingga mereka dapat menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan serta mendapatkan kekuatanuntuk mengalahkan musuh-musuh mereka? (32-34)

2.      Apakah konsekuensi yang telah diterima oleh mereka yang yang telah memberi diri mereka untuk melayani Tuhan dan menjalani pekerjaan yang Tuhan percayakan kepada mereka? (35-39)

3.      Mengapa mereka tetap membiarkan diri mereka mengalami penyiksaan dan segala konsekuensi yang mengancam nyawa mereka? (35b)

 

Pengajaran

            Menjadi hamba Tuhan ternyata tidak seenak dengan apa yang dipikirkan oleh banyak orang.  Para hamba-hamba Tuhan seperti Gideon, Barak, Simson, Daud dan Samuel serta para nabi lainnya, mereka adalah orang-orang yang dengan iman telah memberikan diri mereka untuk melayani Tuhan, telah mengerjakan tugas dan tanggungjawab yang Tuhan percayakan kepada mereka. Dan karena iman, merekapun mampu mengalahkan musuh-musuh Allah dan memperoleh kemenangan. Misalnya Barak, ia bersama-sama dengan Debora seorang nabiah yang pada saat itu memerintah dan melayani sebagai seorang hakim di Israel mampu mengalahkan Sisera panglima Yabin, raja Kanaan yang sangat jahat (Hakim-hakim 4:1-24).  Sekali lagi,  pelayanan yang dijalankan oleh para hamba-hamba Tuhan di atas bukanlah suatu pelayanan tanpa konsekuensi! Sekalipun mereka melayani Tuhan tidak berarti kehidupan mereka bebas dari segala macam bahaya, kesulitan dan penderitaan. Justru pada saat mereka melayani Tuhan, mereka harus mengalami segala macam bentuk penyiksaan; diejek, didera, dibelenggu dan dipenjarakan, dilempari, digergaji bahkan dibunuh (ayat 35b-37).  Luarbiasanya, mereka semua tidak ada yang lari dari pelayanannya. Oleh karena kesetiaan mereka ini, nama mereka dicantumkan dalam Alkitab.            Ketahuilah, dijaman sekarang ini tidak terhitung lagi berapa banyak orang yang rela memberikan diri mereka dan melayani Tuhan namun hidup mereka harus berakhir dalam penderitaan. Namun inilah konsekuensi yang HARUS siap dihadapi oleh setiap pelayan Tuhan.  Mungkin Anda akan di tolak, diejek, dihina, digosipkan, dikecewakan bahkan mengalami penyiksaan. Dengan kenyataan seperti ini, “Masih maukah Anda MELAYANI TUHAN?  Bila Anda tetap mau dan setia melayani, nama Anda pun akan dicatat dalam catatan harian Allah di surga.

 

M3 (MELAKUKAN)

1.      Coba jujurlah dengan diri Anda sendiri, daftarkan segala bentuk kepahitan yang saat ini sedang Anda alami dalam pelayananmu sehingga membuat Anda mau mundur dari pelayanan? Ceritakan itu semua kepada Tuhan dan berdoalah minta Tuhan mengaruniakan hikmat dan kekuatan kepada Anda sebelum Anda mengambil keputusan sendiri.

 

M4 (MEMBAGIKAN)

1.      Bagikan berkat rohani yang Anda peroleh, kepada orang-orang yang ada disekitar kehidupanmu!

 

Ayat hafalan

2 Korintus 6:4 “Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran.”

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: 1 Raja-raja 7-9; Amsal 18:1-12

 

TOP

 

Kamis, 22 Mei 2008

Daniel 5:1-7, 22-28

“Tantangan dalam MELAYANI Tuhan”

 

M1 (MENERIMA)                                                                                                              

1.      Berdoalah agar Tuhan mengaruniakan kepada Anda hikmat dan keberanian dalam mengatasi berbagai tantangan dalam pelayanan.

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.      Sebutkan 5 hal yang dilakukan oleh Raja Belsyazar! (1-4) Dan, Peristiwa supranatural apakah yang dialami oleh Raja Belsyazar? (5)

2.      Selidiki 6 bentuk reaksi yang ditunjukkan Raja Belsyazar terhadap peristiwa tersebut? (6-7)

3.      Tulisan apakah yang dilihat oleh Raja Belsyazar? Apakah artinya? (24-28)

4.      Renungkan, kira-kira seperti apakah nada suara, raut muka, perasaan Daniel ketika menyampaikan arti peristiwa tersebut kepada Raja Belsyazar?  Bagaimana pula respon raja terhadap Daniel? (22-23,29)  

 

Pengajaran

Belsyazar adalah seorang yang angkuh dan tidak takut kepada Allah Israel sekalipun ia tahu bahwa ia seharusnya menyembah Allah Israel seperti yang dilakukan oleh Nebukadnezar, ayahnya!  Ia menghina Allah dengan cara menggunakan perkakas Rumah Allah untuk pesta pora dan mabuk-mabukan.  Tindakannya ini mengundang murka Allah dan Allah menyatakannya melalui tulisan di dinding yang secara jelas disaksikan olehnya.  Tulisan di dinding ini begitu menakutkan dan menggelisahkan hatinya dan ia begitu ingin mengetahuinya.  Semua orang bijak di negeri Babel telah dipanggil menghadap namun tak seorang pun dapat mengingatnya.  Tiba-tiba nama Daniel direkomendasikan oleh permaisuri sebagai orang yang dapat menafsirkan makna tulisan tersebut.  Suatu tanggung-jawab yang sangat besar dan jika Daniel tidak dapat melakukannya maka akibatnya sangat fatal bagi kesaksian iman umat Allah.  Bila Anda jadi Daniel kira-kira bagaimana perasaan Anda ketika nama Anda dipanggil menghadap raja?  Daniel memang seorang pelayan yang sangat siap dalam menghadapi berbagai tantangan dalam pelayanan.  Bila Anda baca secara teliti dan berulang-ulang pasal 5 ini maka Anda akan menemukan bahwa Daniel menghadapi tantangan tersebut dengan begitu tenang, penuh keyakinan dan tegas tanpa basa-basi menyatakan kebenaran Allah.  Daniel tampaknya tidak peduli dengan hadiah raja ataupun respon raja.  Yang Daniel tahu, pelayan Allah harus berani hadapi tantangan seberat apapun bersama Allah.   

Bagaimana dengan Anda ketika gereja sedang membutuhkan pelayan-pelayan Tuhan dan tiba-tiba nama Anda disebut-sebut sebagai calon pengurus komisi, kebaktian umum atau bahkan calon majelis?  Atau bagaimana dengan Anda bila ada majelis/ hamba Tuhan/ aktivis gereja yang “menembak Anda” untuk ikut terlibat dalam suatu pelayanan tertentu?  Siapkah Anda atau justru lari menghindar dan bahkan berbohong dengan berbagai alasan supaya tidak jadi ditunjuk?  Belajarlah dari Daniel yang berani hadapi tantangan seberat apapun bersama Allah. 

 

M3 (MELAKUKAN)

1.      Tuliskan 3 tantangan terbesar yang menghadang Anda untuk terlibat dalam pelayanan di gereja Anda! 

           

M4 (MEMBAGIKAN)

1.      Sharingkan 3 tantangan tersebut kepada rekan komsel atau sahabat rohani untuk didoakan!

 

Ayat hafalan

2 Korintus 6:4 “Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran.”

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: 1 Raja-raja 10-12; Amsal 18:13-24

 

 TOP

 

Jumat, 23 Mei 2008

2 Korintus 11:23-31

“Semua ini untuk membentuk karakter seorang PELAYAN”

 

M1 (MENERIMA)      

1.      Berdoalah agar Tuhan memberikan hati yang siap untuk menerima semua masalah/penderitaan dalam hidup Anda sebagai kesempatan untuk membentuk karakter Anda sebagai seorang pelayan.

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.      Tuliskan penderitaan-penderitaan apa saja yang dialami oleh Paulus yang disebabkan oleh faktor-faktor di luar dirinya! (23-36)

2.      Penderitaan-penderitaan seperti apakah yang dialami Paulus berkaitan dengan keadaan pada dirinya sendiri ? (27-29)

3.      Bagaimana sikap Paulus terhadap kelemahannya? (30-31)

 

Pengajaran

Setiap orang yang dipanggil untuk melayani harus siap untuk menerima konsekuensi dari keputusan tersebut.   Ini berarti setiap orang harus siap menerima masalah, kesulitan, tantangan maupun penderitaan yang merupakan ’satu paket’ dengan panggilan tersebut. Hal itu pula yang dialami Paulus ketika ia memutuskan untuk melayani Tuhan.  Berbagai konsekuensi di atas (bandingkan Kisah Para Rasul 14:19; 16:22-24; 21:30-33; 22:24-30) menjadikan Paulus semakin serupa dengan Kristus dan menjadikannya sebagai telada bagi para pelayan Tuhan lainnya.  Luarbiasanya, Paulus tidak mengeluh ataupun menyesali berbagai penderitaan yang harus ia hadapi dalam pelayanannya, ia juga tidak melarikan diri atau meninggalkan pelayanannya ketika ia harus dianiaya, dilupakan, tidak dihargai ataupun diperlakukan tidak adil.  Paulus sadar bahwa penderitaan-penderitaan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan dan pelayanannya telah menjadi kesempatan untuk membentuk karakternya menjadi semakin serupa dengan Kristus. Paulus tahu betapa pentingnya pengalaman yang menyakitkan itu untuk membuktikan imannya dan mempersiapkan dirinya untuk melakukan pelayanan Tuhan selanjutnya.

            Bagaimana dengan Anda? Ketika Tuhan memanggil Anda untuk melayani, Tuhan tidak pernah berjanji bahwa jalan hidup Anda akan mulus, lancar dan semua keinginan Anda terpenuhi. Sebaliknya ketika Anda memutuskan untuk melayani Tuhan, Anda harus siap dengan lebih banyak kesulitan, masalah, tantangan dan penderitaan yang harus Anda terima. Tetapi sadarilah bahwa semua pengalaman pahit itu sebenarnya merupakan kesempatan untuk membentuk karakter Anda supaya menjadi semakin serupa dengan Kristus. Jadi terimalah dan pelajarilah, apa yang Tuhan mau lakukan dengan karakter Anda, ketika Anda harus mengalami masalah, kesulitan, tantangan dan penderitaan dalam pelayanan Anda.

 

M3 (MELAKUKAN)

1.      Renungkan dan tuliskanlah hal-hal apa saja yang Tuhan lakukan untuk membentuk karakter  Anda melalui masalah/penderitaan yang pernah atau sedang Anda alami!

 

M4 (MEMBAGIKAN)

1.      Bagikanlah kesaksian Anda kepada sahabat rohani, keluarga atau teman-teman komsel Anda supaya menjadi berkat bagi mereka!

 

Ayat hafalan

2 Korintus 6:4 “Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran.”

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: 1 Raja-raja 13-15; Amsal 19:1-15

 

 

 TOP 

 

Sabtu, 24 Mei 2008

Ester 4:15-5:8

“PELAYAN Tuhan yang sejati berani habis-habisan!”

 

M1 (MENERIMA)      

1.      Berdoalah agar Tuhan menjadikan Anda seorang pelayan sejati yang berani melayani-Nya habis-habisan!

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.      Apakah yang diperintahkan Ester kepada Mordekhai? (4:15-16a) Apakah yang membuktikan Ester merupakan pelayan sejati? (16b)

2.      Apakah yang dilakukan Ester untuk dapat berbicara kepada raja (5:1-2) Apakah respon raja (3)

3.      Apakah rencana Ester terhadap Haman? (4) Apakah raja berkenan dengan permintaan Ester? (5-6)  Apakah sesungguhnya permintaan Ester kepada raja (7-8)

 

Pengajaran

Kitab Ester adalah satu-satunya kitab di dalam Alkitab yang tidak memuat kata ”Allah” sama sekali. Tetapi Anda dapat merasakan kehadiran-Nya dan penyertaan-Nya dalam kitab Ester ini dalam perjalanan hidup umat Israel di negeri pembuangan. Dalam masa-masa pembuangan akibat pemberontakan mereka, umat Allah ini menjadi bagian terlemah dari masyarakat. Di tengah himpitan ekonomi, sosial, budaya, politik dan juga agama, terdapatlah Ester, seorang yatim piatu muda keturunan Yahudi yang diperlihara pamannya. Ester yang lemah ini kemudian dibangkitkan dan ditempatkan Allah di posisi yang sangat strategis dan penting, sebagai ratu negeri Persia.  Tujuan Allah menempatkan yang lemah di posisi sepenting ini adalah dalam rangka menyelamatkan umat Israel dari pemusnahan masal. Namun, itu semua tergantung kepada Ester untuk memutuskan apakah dia akan memainkan peranan dalam bagian yang ditawarkan oleh Allah. Dan, Ester siap dipakai Tuhan dengan cara menunjukkan keberanian besar di tengah-tengah sebuah krisis. Ia rela mempertaruhkan nyawanya untuk rakyatnya, dia merendahkan diri dengan berpuasa, dia memilih menyamakan dirinya sebagai umat Allah meskipun itu berarti membahayakan hidupnya. Hasilnya, hari pemusnahan menjadi hari pembebasan bagi umat Israel.  Sejak saat itu umat Israel memperingati peristiwa pembebasan tersebut sebagai hari raya Purim.

Tahukah Anda, Allah sangat sering memakai tokoh-tokoh yang lemah untuk memenuhi tujuan-tujuannya. Ester memulai bukan sebagai siapa-siapa dan kemudian menjadi seseorang yang berarti, seorang yang habis-habisan, mempertaruhkan nyawanya untuk suatu tujuan Allah bagi umat-Nya. Anda mungkin bertanya-tanya, dapatkah Allah memakai Anda untuk mencapai tujuan-Nya, dengan segala ketidaksempurnaan Anda, kekurangan Anda dalam hal bakat dan pengaruh? Dia tidak mencari orang yang sempurna, Dia mencari orang yang punya keinginan dan mau habis-habisan untuk menggenapi rencana-Nya.  Maukah Anda dipakai-Nya?

 

M3 (MELAKUKAN)

1.      Menurut Anda apakah yang Allah inginkan supaya Anda lakukan dengan posisi Anda sekarang ini?

2.      Pernahkah Anda harus seberani dan habis-habisan seperti Ester untuk keluar dan melakukan hal yang benar? Bagaimanakah kejadiannya? Apakah hasilnya?

 

M4 (MEMBAGIKAN)

1.      Bagikan pengalaman rohani  Anda dapatkan dari firman Tuhan hari ini kepada anggota keluarga, komsel dan siapa saja.

 

Ayat hafalan

2 Korintus 6:4 “Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran.”

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: Kisah Para Rasul 23-28; Amsal 19:16-29

 

 

TOP

 

Minggu, 25 Mei 2008

Kisah Para Rasul 14:21-28

“Yang membuat PELAYAN dapat bertahan: iman!”

 

M1 (MENERIMA)      

1.      Berdoalah supaya Tuhan memberikan iman untuk bertekun dalam menghadapi tantangan apapun dalam pelayanan Anda, sehingga Anda menjadi seorang pelayan yang tangguh!

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.      Siapakah nama para pelayan Tuhan yang memberitakan Injil di Derbe dan memperoleh banyak murid? (21)

2.      Kemana sajakah mereka memberitakan Injil? (21, 24-26)

3.      Apa saja yang mereka ajarkan dan lakukan dalam pelayanan pekabaran Injilnya? (22-23, 25, 26-27)

 

Pengajaran

Perjalanan misi Rasul Paulus untuk mengabarkan Injil berlanjut!  Pada bacaan Alkitab hari in Anda dapat melihat bagaimana Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di Derbe (ay. 20-21).  Di kota inilah mereka memperoleh banyak murid (ay. 21) dan mereka juga menjalani pelayanan itu dengan semangat dan penuh sukacita.  Padahal jika Anda membaca di perikop sebelumnya (13:50-14:1-20), Paulus dan Barnabas baru saja mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan, penganiayaan dan diusir (13:50), disiksa dan dilempari batu (14:5) serta mereka harus melarikan diri (14:6), dilempari batu dan diseret ke luar kota (14:19).  Sungguh ini adalah perjalanan misi yang tidak mudah.  Meskipun demikian, mereka tetap mengajar dan memberitakan Injil (!4:1,3,7,15-17,21), menyembuhkan orang sakit (!4:3, 8-10), menguatkan dan menasihati jemaat yang dikunjungi (14:22-23).  Apa yang menjadi rahasia pelayanan mereka?  Jawabannya adalah IMAN.  Paulus dan Barnabas tentu tidak pernah berharap dalam pelayanannya akan mengalami penderitaan dan penganiayaan, mereka jalani semuanya dengan bersandar dan berharap kepada Allah, itulah iman.  Dengan iman mereka tahu Allah tidak akan tinggal diam, Allah akan memelihara mereka dan pelayanan yang telah dipercayakan-Nya kepada mereka (2Tim. 1:12). 

Bagaimana dengan Anda? Ketika Anda melayani apa yang membuat Anda terus bertahan? Jawabannya haruslah IMAN kepada Allah, karena tanpa itu maka pelayanan Anda tidak ada artinya!  Ketika Anda dapat bertahan dalam pelayanan dan menjadi pelayan yang tangguh, itu bukan karena hasil usaha Anda sendiri, tapi itu karena Allah mau Anda tetap bertahan!  Teruslah bertekun dalam iman, maka Anda akan menjadi seorang pelayan yang tangguh walaupun harus menghadapi berbagai macam tantangan dalam pelayanan! Ingatlah selalu bahwa Anda tidak menghadapinya sendirian, ada Allah yang akan selalu menyertai Anda!

 

M3 (MELAKUKAN)

1.      Langkah apa yang Anda lakukan untuk terus bertekun dalam iman dan dapat menjadi seorang pelayan yang tangguh dalam menghadapi tantangan dalam pelayanan?

 

M4 (MEMBAGIKAN)

1.      Bagikanlah pergumulan Anda ketika menghadapi tantangan dalam pelayanan kepada rekan sekerja Anda yang lain dan bagaimana cara Anda mengatasinya! Kemudian silakan saling mendoakan komitmen Anda untuk menjadi pelayan Tuhan yang tangguh!

 

Ayat hafalan

2 Korintus 6:4 “Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran.”

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: Mazmur 60-62

 

 TOP

 

POKOK DOA:

 

1.      Doakan pertumbuhan jemaat dan kesetiaan membaca firman-waktu teduh setiap hari bersama Tuhan, beribadah, mengikuti komsel, mengambil bagian melayani.

2.      Doakan jemaat yang mengalami pergumulan usaha, pekerjaan, kebutuhan biaya studi dan masalah di tengah keluarga

3.      Doakan kelas kelas katekisasi, EE, B2B dan penataran guru sekolah minggu yang sedang berlangsung, kiranya  setiap peserta tetap setia mengikuti sampai selesai.

4.      Doakan untuk pembangunan gereja, penggalangan dana, jemaat dapat berbagian untuk memenuhi dana,  doakan Majelis, mandor dan tukang yang bekerja.

5.      Doakan untuk kebutuhan dana untuk pembangunan SKKK di Mekar Wangi .

6.      Doakan siswa-siswa yang akan menghadapi ulangan kenaikan kelas dan penerimaan siswa baru SKKK Bandung.

7.      Doakan jemaat yang sedang studi dan bekerja di luar kota/luar negeri supaya mereka tetap dapat  memiliki kehidupan rohani yang baik dan hidup takut akan Tuhan.

8.      Doakan pemuda/pemudi gereja kita yang sedang bergumul mencari pasangan hidup supaya Tuhan menyediakan pasangan yang seiman dan sevisi.

9.      Doakan jemaat yang lemah tubuh, keluarga yang merawat dan dana yang dibutuhkan:

v  Bp. Tjen Khe Fung (mertua dari Loan) kanker prostat-kaki patah

v  Bp. Rao Qing Ji (punggung retak, susah jalan)

v  Bp. Lu Hok Kie (sulit untuk duduk, dubur yg bermasalah)

v  Bp. Yohan Kurniawan, jantung (mau sungguh-sungguh percaya)

v  Ibu Huang Nan Ing, pemulihan kesehatan

v  Ibu Nelly Tjia, pemulihan kesehatan

v  Nenek dari Andrea, anemia

v  Ibu Law Giok Tjoei (mama dari Lucia/Petrus Tjahyadi) susah jalan-pengapuran,asma

v  Ibu Jois (pemulihan kesehatan dari sakit stroke)

v  Sdri. Lay Swei Lan, lumpuh

v  Sdri. Henny (isti Bp. Okih), pengobatan untuk penyakit yang diderita

v  Bp. Lim Kim Pin,  (darah tinggi)

v  Sdri. Dini (darah tinggi)

v  Bp. Nio Yun On (pemulihan dari sakit stroke)

v  Sdri. Yen Ling (diabet, ginjal bocor)

v  Bp. Gunadi Tirta (Akian), sakit lupus mau sungguh-sungguh berserah

v  Bp. Tedy (suami  dari ibu Huang Suk Fang), pemulihan kesehatan

10. Kenaikan harga pangan dunia memicu kerusuhan diberbagai negara dan akan membuat 100 juta orang di seluruh dunia jatuh miskin. Doakan gereja Tuhan mempersiapkan lumbung mengantisipasi keadaan Indonesia yang sementara ini aman.

11. Dua tahun yang lalu, diberitakan bahwa penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Kuhi di Brasil sedang dalam penyelesaian. Namun ternyata, tim penerjemah kekurangan dana dan terancam pulang kampung. Oleh karena itu, pelayanan WordWinds International masuk dan mendukung tim penerjemah. Saat ini, Jarrette Allen berkata bahwa mereka melihat kemajuan yang sangat menggembirakan. "Allah sudah memulainya melalui penerjemahan Sabda-Nya, menyatakan diri-Nya bagi orang-orang yang tidak memiliki pengertian sebelum Alkitab diterjemahkan ke dalam bahasa mereka. Melalui proses ini, mereka rutin mengikuti sekolah Alkitab yang diadakan setiap Minggu malam, dan kami melihat munculnya gereja pertama di antara orang-orang itu." Tim penerjemah berharap dapat menyelesaikan seluruh terjemahan pada tahun 2015. Allen mempersiapkan kebutuhan mereka. "Doakan supaya Tuhan terus menyatakan diri-Nya secara harfiah, supaya Tuhan terus memberi penyataan diri-Nya kepada orang-orang ini [masyarakat Kuhi] melalui firman dan karya-Nya.”   

 


TOP