PELITA Vol. 166

12-19 Apr '10

Senin, 12 April 2010

Selasa, 13 Apr 2010

Rabu, 14 April 2010

Kamis, 15 April 2010

Jumat, 16 April 2010

Sabtu, 17 April 2010

Minggu, 18 April 2010

POKOK DOA

 

 

MEMPERCAYAI ALLAH DALAM SEGALA HAL

 

“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu” (Amsal 3:5-6). Pernyataan dalam kitab Amsal ini menegaskan kepada kita bahwa iman kepada Allah haruslah dinyatakan dengan segenap hati. Penulis Amsal sangat teliti menjelaskan hal ini dengan beberapa pernyataan yang hampir sama pengertiannya di ayat-ayat berikutnya. Mempercayai Allah dalam segala hal, bukan saja percaya dalam hal keselamatan, tetapi juga mempercayakan seluruh hidup kita kepada-Nya.

Oleh karena itu melalui Pelita edisi 166 ini, kita akan melihat kebenaran yang lebih dalam lagi yang dapat menuntun kita untuk dapat mempercayai Allah dalam segala hal. Tuhan Yesus memberkati. 

 

 

redaksiPELITA

Senin, 12 April  2010

Mazmur 37:1-6 
”Percaya dan menerima”

 

M1 (MENERIMA)           

Berdoalah agar Tuhan menolong Anda untuk mempercayai Allah dalam setiap situasi dan menerima apa yang telah Allah tentukan kepada anak-anak-Nya.

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.       Bagaimanakah sikap kita terhadap orang yang berbuat jahat dan berbuat curang? (1).  Bagaimanakah akhir dari orang-orang demikian? (2)

2.       Apakah janji bagi orang yang tetap percaya kepada Tuhan dan bergembira karena Tuhan? (3-4)

3.       Apakah janji bagi orang yang berserah dan percaya kepada Tuhan? (5-6)

 

Pengajaran

Mazmur 37 merupakan serangkaian ucapan yang mengandung pepatah atau petunjuk tentang hikmat rohani. Temanya adalah sikap orang percaya terhadap orang fasik yang ternyata berhasil dan kesukaran orang benar. Mazmur ini mengajarkan bahwa orang fasik akhirnya akan dijatuhkan dan kehilangan segala sesuatu yang telah mereka peroleh di dunia, sedangkan orang benar yang tetap setia kepada Allah akan mengalami kehadiran, pertolongan dan bimbingan-Nya di bumi serta mewarisi keselamatan dan tanah perjanjian. Menurut Perjanjian Baru, warisan orang percaya adalah “langit yang baru dan bumi yang baru.” Bagaimanakah kita dapat percaya kepada Allah dalam segala hal dan menerima apa yang ditentukannya bagi kita? (1) Percayalah kepada Tuhan dan lakukan yang baik (ay. 3). Dalam menantikan jawaban Tuhan, seringkali kita berkata saya percaya kepada Tuhan, namun di sisi yang lain kita tidak melakukan yang baik, kita tidak menjaga hati kita agar tetap berpikiran yang baik, tidak curiga atau tidak berprasangka yang buruk. Daud mengingatkan kita untuk tetap berdiam di negeri, dan berlaku dengan setia. Jangan oleh karena belum mendapatkan jawaban Tuhan, maka kita mencari pertolongan dari pihak yang “lain”, kepada “orang pintar” atau menuruti kata hati kita; ini merupakan sikap yang tidak setia. Tetap bergembira, dan lihatlah Tuhan akan menggenapi apa yang diinginkan hatimu. (2) Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak (ay. 5); serahkan hidup kepada Tuhan berarti menyerahkan secara menyeluruh dan tidak sedikitpun mengkuatirkan kemahakuasaan-Nya. Percaya bahwa Allah akan dan pasti bertindak pada waktunya. Tidak perlu terpengaruh dengan penilaian orang lain, sebab Tuhanlah yang akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. Ini adalah janji Tuhan, Ia tak pernah ingkar janji, apa yang dijanjikan-Nya pasti akan digenapi. Seringkali kita berkata serahkan hidup kepada Tuhan, tetapi kita mengatur sendiri langkah kita, rencana kita, cita-cita kita; itu sebabnya kita tidak dapat melihat Tuhan bertindak. 

Di minggu kedua sesudah Paskah ini, kita diingatkan untuk mempercayai Allah di dalam segala hal, sebab Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya (Rm.8:28). Jika kita mau berada dalam rencana Allah, ambillah tekad untuk percaya dan menerima dan kita pasti akan melihat hasilnya. 

 

M3 (MELAKUKAN)  

Periksalah dan akuilah dihadapan Allah, hal-hal apa saja yang Anda belum percayakan kepada Allah secara utuh. Buatlah sebuah tekad dan doakanlah!

 

M4 (MEMBAGIKAN) 

Bagikan berkat firman Tuhan hari ini kepada teman komsel Anda.

 

Ayat Hafalan:

Amsal 3:5-6 “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: 1 Samuel 19-21; Lukas 11:29-54

 

 

  TOP

 

 

Selasa, 13 April 2010

Amsal 3:1-8 
“Percaya dengan segenap hati”

 

M1 (MENERIMA)

Berdoalah kepada Tuhan supaya Ia menolong kita untuk selalu dapat percaya kepada Tuhan dengan segenap hati.

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.       Apakah yang harus kita lakukan agar kita diberikan panjang umur dan sejahtera? (1-2)

2.       Sebutkanlah pesan utama yang menjadi kesimpulan perikop ini! (5-6) 

3.       Apakah pengaruh dari iman terhadap tubuh kita? (8)

 

Pengajaran

                Mungkin kita melihat bagian awal dari Amsal 3:5-6 (“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu”), dan kita berpikir untuk mencobanya, namun kita tidak yakin. Lalu, bagaimana kita dapat mulai mempercayai Allah setiap hari? Mempercayai atau tidak mempercayai, sama sekali bukanlah hal yang kecil, juga bukan merupakan keputusan yang kita buat begitu saja. Hal ini bukanlah keputusan, melainkan suatu langkah perlahan menuju suatu kesimpulan tertentu, sebuah kesimpulan yang didasarkan pada ratusan interaksi personal dan perenungan mendalam yang dilakukan dalam waktu yang tak terhitung lamanya. Demikianlah juga hubungan kita dengan Tuhan. “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu,” bukanlah pernyataan yang sederhana. Tidak ada jalan pintas untuk memperoleh kepercayaan. Sekalipun kita bisa dan seharusnya menemukan alasan untuk percaya saat kita membaca Alkitab tentang kesetiaan Allah di sepanjang sejarah, ada suatu dimensi yang sifatnya lebih personal mengenai kepercayaan kita kepada Tuhan yang harus kita kembangkan dengan cara yang sama seperti ketika kita mengembangkan kepercayaan terhadap teman atau pasangan kita: dengan terlibat secara mendalam dan tulus dalam segala keadaan setiap hari selama periode waktu yang lama. Itulah satu-satunya cara untuk meyakinkan diri kita; apakah aman dan bijaksana mempercayakan hidup kita kepada Allah.

Di manakah posisi kita dalam perjalanan rohani? Pernahkah Allah membuktikan diri-Nya kepada kita sampai pada suatu tingkat di mana kita siap untuk bergerak menuju langkah iman selanjutnya? Pada dasarnya, kita tidak dapat membuat kemajuan dalam hubungan dengan Allah jika kita tidak menjalaninya. Mengambil langkah besar menuju Allah selalu melibatkan tindakan iman. Dan tentunya, sebuah kehidupan yang layak dijalani membutuhkan banyak langkah iman. Karena itu, marilah kita saat ini hidup dengan mempercayai Allah dengan segenap hati kita, yang akan membawa kita kepada segala berkat dalam hidup kita dan hubungan yang lebih maju lagi dengan Allah.

               

M3 (MELAKUKAN)

Bacalah seluruh Amsal 3 dan temukanlah berkat-berkat yang akan dialami seorang yang percaya kepada Tuhan dengan segenap hati. Buatlah suatu tekad untuk sungguh-sungguh mempercayai Allah dengan segenap hati!

 

M4 (MEMBAGIKAN)

Bagikanlah berkat dari M3 kepada teman komsel atau sahabat rohani Anda!

 

Ayat Hafalan:

Amsal 3:5-6 “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: 1 Samuel 22-24; Lukas 12:1-31

 

 

Rabu, 14 April 2010
Yeremia  29:11-14
 “Percaya membawa kepada Allah”

 

M1 (MENERIMA)

Berdoalah kepada Tuhan supaya kita memiliki iman kepada Allah yang selalu menuntun jalan hidup kita.

M2 (Merenungkan)

1.       Siapakah yang mengetahui rancangan-rancangan kita dan apa yang akan dilakukan oleh-Nya? (11)

2.       Apa yang diberikan Tuhan kepada kita? (11c)

3.       Harapan-harapan apa saja yang akan diberikan Tuhan kepada bangsa Israel? (12-14a)

4.       Apa janji yang terbesar yang akan Tuhan berikan kepada bangsa Israel? (14 )

 

Pengajaran

                Sekelompok besar orang yang terbuang dibawa ke Babel tahun 597 SM, diantaranya raja Yoyakhin, keluarganya, sejumlah imam dan beberapa nabi (2 Raja-Raja 24:10-17). Terdengar berita kepada Yeremia bahwa beberapa nabi diantara yang terbuang itu, menubuatkan tentang segeranya mereka akan kembali pulang ke kampung halaman. Yeremia menuliskan surat ini agar orang-orang yang terbuang itu tidak dipengaruhi oleh optimisme murahan dan supaya tidak mempercayai ucapan Hananya dan teman-temannya. Diperlukan kesabaran menungguh pemulihan oleh Yahweh dan hal ini tidak boleh ditaruh dalam bahaya karena tindakan yang terburu-buru. Kepercayaan pada hari esok yang dari Allah ialah prinsip utama yang tersimpul dalam hal ini, kepercayaan dengan pengharapannya, bukan keputusasaan yang mematahkan semangat, juga bukan tindakan yang sembrono yaitu bunuh diri. Dalam amanat ini, nabi pertama-tama menyampaikan anjuran, kemudian barulah membuat pernyataan yang mencakup empat kelompok :

o   Mereka yang sudah berada dalam pengasingan

o   Orang-orang yang akan mengikuti mereka

o   Nabi-nabi palsu di Babel diantaranya Ahab dan Zedekia

o   Semaya

Orang Israel sudah sedemikian merindukan kampung halaman, sampai-sampai mereka  mudah untuk dipengaruhi oleh nabi-nabi palsu, sehingga membuat mereka gelisah. Tuhan dengan jelas  memberitahukan 70 tahun (ay.10); 70 thn adalah batas waktu dari masa mendatang itu. Tuhan akan memberikan kepada mereka hari depan yang penuh harapan, lagipula mereka dapat menghubungi Tuhan, bahkan di Babel. Saat yang tepat sering kali tercakup dalam penggenapan janji-janji Allah. Allah menggenapi  Firman dan janji-janji-Nya, baik dalam hubungan dengan kegenapan secara penebusanNya, maupun sebagai tanggapan terhadap doa yang sungguh-sungguh dari umat-Nya yang setia. Suatu kegenapan waktu yang baru akan terjadi. Pada saat itu Allah akan bergerak ditengah kaum sisa yang kudus sehingga mereka akan mencari Dia didalam doa yang dilakukan dengan segenap hati. Lalu Tuhan akan mendengarkan, menjawab dari Surga, dan menggenapi janji-janjiNya untu memulihkan mereka. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, tetapi kitalah yang selalu meninggalkan Tuhan. Tetapi melalui perikop ini, Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa apabila bangsa Israel berbalik percaya kepada Tuhan, maka Tuhan mau menghadirkan diri-Nya untuk mereka. Oleh karena itu bertobatlah dan berbaliklah pada-Nya, maka Ia akan memberkati kita.  

M3 (MELAKUKAN)

Renungkanlah kisah ini dan ambillah tekad untuk memperbaharuhi diri, jangan tunggu-tunggu inilah waktunya.

M4 (MEMBAGIKAN)

Hal yang luar biasa ini, pembaharuan  kepercayaan pada Allah yang membawa kita kepada Allah, bagikanlah kepada saudara, teman dan keluarga, sehingga merekapun mengalami pembaharuan. 

Ayat Hafalan:

Amsal 3:5-6 “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: 1 Samuel 25-26; Lukas 12:32-59

 

 TOP

 

 

Kamis, 15 April 2010

Lukas 15:8-10  
”Percaya membawa sukacita”

 

M1 (MENERIMA)           

Berdoalah agar Tuhan menolong Anda untuk memahami betapa berharganya manusia yang terhilang di mata-Nya, sehingga Anda mau menjadi agen-Nya untuk mencari yang terhilang.

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.          Apakah yang dilakukan oleh seorang wanita yang memiliki 10 dirham ketika satu dirhamnya hilang? (8b)

2.          Bagaimanakah perasaannya dan apa yang dilakukannya setelah menemukan dirham yang hilang itu? (9)

3.          Apakah kesamaan yang terjadi jika ada orang berdosa yang bertobat? (10)

 

Pengajaran

                 Dalam Lukas 15:8-10, Tuhan Yesus menggambarkan seorang wanita yang mempunyai 10 dirham. Dirham-dirham itu merupakan bagian dari mas kawinnya dan dipakai sebagai hiasaan di kepalanya. Persamaannya dengan zaman modern mungkin merupakan cincin pertunangan seorang wanita dan pita pernikahan yang ditaburi oleh berlian. Ketika dia menyadari bahwa satu dirhamnya telah hilang, dia tahu bahwa dirhamnya itu lepas dan jatuh, tidak mungkin dicuri orang; tempat untuk mencari dirham adalah di dalam rumahnya sendiri, pasti ada di suatu tempat di dalam rumah, sebab itu ia mengambil sapu dan dengan bantuan sinar lilin yang menerangi ruangan, dia menyapu rumahnya dengan hati-hati. Satu tangan memegang pelita, satu tangan memegang sapu dengan mata yang penuh konsentrasi mencari sampai ketemu. Usaha yang penuh kesungguhan, ketekunan dan ketelitian, bahkan pengorbanan! Setiap tempat di mana dirham itu mungkin ditemukan diteliti, sampai akhirnya dia melihat kemilau sinar logam atau mendengar gemerincing dirham yang jatuh ke atas lantai yang keras. Kegelisahan dan kekhawatirannya tiba-tiba hilang dan diganti dengan sukacita dan sorak-sorai kegirangan. Sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganyanya harus ikut di dalam kebahagiaannya. Dia memanggil mereka bersama-sama dan berkata, ”Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan” (ay. 9).  Dan Tuhan Yesus menutup perumpamaannya, ”Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat" (ay. 10).

                Sama seperti rumah wanita itu yang dipenuhi dengan kebahagiaan karena dirham yang hilang telah ditemukan, demikian juga sorga bersukacita ketika satu orang berdosa bertobat dan kembali kepada Allah dalam iman. Sama seperti wanita itu bersukacita di hadapan sahabat-sahabatnya, demikian juga Allah bersukacita di hadapan malaikat-malaikat-Nya. Sama seperti dirham milik wanita itu, yang dicarinya dengan rajin ketika dirham itu hilang, demikian juga Allah berusaha mencari orang berdosa bertobat supaya kembali menjadi milik-Nya. Dari perumpamaan dirham yang hilang ini, kita belajar betapa berharganya kita di hadapan Allah. Apakah sampai saat ini kita masih menghargai kebaikan Tuhan? Apakah kita mengingat kasih mula-mula kita dengan Tuhan? Marilah kita terus menghargai kebaikan Tuhan kepada kita, betapa berharganya kita di mata-Nya sehingga Dia rela melakukan apa saja bahkan betapa sukacitanya Dia melihat kita bertobat dan percaya kepada-Nya.

 

M3 (MELAKUKAN)                                                                                 

Tidak ada manusia yang tidak berharga untuk diselamatkan Allah, mari kita menjadi agen Allah untuk mencari mereka. Mari kita membuat sorga bersukacita karena ada satu orang lagi yang bertobat!

M4 (MEMBAGIKAN)                                                                                                                                 
Bagikanlah berkat Firman Tuhan hari ini kepada rekan komsel Anda sehingga dapat mendorong mereka menjadi agen Allah.

Ayat Hafalan:

Amsal 3:5-6 “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: 1 Samuel 27-29; Lukas 13:1-22

  

 TOP

 

Jumat, 16 April 2010

Yohanes 1:10-13
”Percaya dalam Nama-Nya”

 

M1 (MENERIMA)           

Berdoalah agar Tuhan menolong Anda percaya dalam nama-Nya.

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.       Kepada siapakah Dia datang dan bagaimanakah respon mereka? (11)

2.       Apakah yang diperoleh oleh orang-orang yang percaya dalam nama-Nya? (12)

3.       Siapakah mereka yang percaya dalam nama-Nya itu? (13)

 

Pengajaran

                Dalam bagian ini, Rasul Yohanes mengungkapkan beberapa kebenaran penting:

  • Ayat 10-11, Tuhan Yesus datang kepada milik kepunyaan-Nya, seharusnya Dia disambut oleh umat-Nya sebagai Raja, tetapi dalam kenyataannya, Dia malah tidak dikenal dan ditolak. Dia diterima dengan kebencian bukan dengan penghormatan yang layak. Sangat ironis! Dari sejak dilahirkan sampai akhir hayat-Nya, Yesus terus menerus ditolak. Tetapi puji Tuhan! Yesus Kristus datang tidak bergantung pada respons penolakan atau penerimaan, karena Dia datang justru untuk menerima manusia dalam rencana penyelamatan Allah. Peristiwa pengutusan Kristus oleh Allah Bapa merupakan penetapan rencana kekal-Nya, yang tidak dapat dibatalkan oleh dunia ciptaan-Nya, yaitu rencana keselamatan di dalam diri anak-Nya yang sedang, akan dan pasti digenapi.

  • Ayat 12, keselamatan datang kepada orang berdosa hanya melalui penerimaan dan percaya kepada Kristus.  Penerimaan kita menjadi anak-anak Allah hanya melalui percaya di dalam nama Yesus Kristus. Apa artinya? Di dalam alam pikiran dan bahasa Ibrani, nama mempunyai arti tersendiri. Bagi orang Yahudi, nama bukan hanya sebutan atau panggilan bagi seseorang tetapi lebih dari pada itu, seperti dalam Mazmur 9:11, ”Orang yang mengenal nama-Mu, percaya kepada-Mu”, hal tersebut berarti mengenal karakter, hakekat dan siapa  Allah. Oleh karena itu percaya kepada nama Tuhan Yesus berarti percaya bahwa Allah sama dengan-Nya. Hanya dengan percaya yang demikian, kita dapat menyerahkan diri kepada Allah dan menjadi anak-anak-Nya.

  • Ayat 13, hubungan yang akrab dan mendalam sebagai anak Allah itu tidak terjadi melalui darah, Rasul Yohanes  melukiskan dan menerangkan hubungan itu dengan memakai alam pikiran orang Yahudi. Orang Yahudi percaya bahwa secara jasmaniah, seorang anak lahir oleh karena adanya persatuan antara benih bapanya dan darah ibunya. Tetapi menjadi ”anak-anak Allah” yang dimaksud di sini tidak lahir oleh karena naluri, keinginan atau kehendak manusia, tetapi hanya lahir dari Allah sendiri. Kita tidak dapat membuat diri menjadi anak Allah. Kita hanya dapat menjalin hubungan dengan Allah jika Allah sendiri yang membuka jalan bagi hubungan tersebut. Hubungan itu hanya dapat terjadi jika Kristus menjembatani jurang dosa yang telah memisahkan kita dengan Allah.    

 

                Pengharapan untuk bebas dari perbudakan dosa, merdeka dari himpitan rasa bersalah, bersih dari berbagai kenajisan yang merasuki keinginan dan pikiran kita, tersedia bagi kita semua di dalam nama Yesus Kristus. Mari terus kita bersyukur dan berdoa: ”Tuhan, terima kasih atas pembebasan yang Kau sediakan bagi kami.

 

M3(MELAKUKAN)

Renungkan dan alami kembali kasih Kristus, saat pertama kali Anda percaya dalam nama-Nya dan jika saat ini Anda mulai menjauh dari-Nya, eratkan kembali hubungan Anda dengan-Nya dan yakinkan diri,  Anda adalah anak-Nya.                                                                           

 

M4 (MEMBAGIKAN)                                 
Bagikanlah berkat Firman Tuhan hari ini kepada teman-teman Anda yang telah meninggalkan Tuhan.

Ayat Hafalan:

Amsal 3:5-6 “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: 1 Samuel 30-31; Lukas 13:23-35

  

 TOP

 

Sabtu, 17 April 2010

Roma 10:4-13 
”Percaya Membawa Keselamatan”

 

M1 (MENERIMA)            

Berdoalah agar kebenaran firman Tuhan hari ini memotivasi kita untuk terus membawa berita keselamatan bagi sesama kita yang belum percaya

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.       Dimanakah Firman itu berada ? (8)

2.       Bagaimana caranya supaya seseorang dapat diselamatkan? (9,10)

3.       Apakah yang dikatakan Kitab Suci tentang orang percaya? (11)

4.       Siapa saja yang berhak diselamatkan? (12,13)

 

Pengajaran

                Daripada hidup dengan iman kepada Allah, orang-orang                Yahudi lebih suka menerapkan kebiasaan dan tradisi (yang ditambahkan kepada hukum Tuhan) untuk berusaha membuat mereka bisa diterima oleh Allah. Oleh sebab itu dalam bagian firman Tuhan ini, Paulus berseru kepada orang-orang Yahudi agar meninggalkan jalan hukum Taurat dan menerima jalan kasih karunia. Sebuah seruan kepada mereka untuk melihat, bahwa ketekunan mereka tidak pada tempatnya. Karena bagaimana sempurnanya pun ketekunan/usaha mereka, tidak akan pernah dapat menggantikan kebenaran yang disediakan bagi mereka melalui iman. Ini juga merupakan sebuah seruan agar mereka mendengar suara nabi-nabi yang sejak dahulu telah menyatakan bahwa iman adalah satu-satunya jalan kepada Allah, dan bahwa jalan itu terbuka bagi setiap orang. Dan untuk menjelaskan hal ini di ayat 6-10, Paulus mengadaptasi tantangan perpisahan Musa dari Ulangan 40:11-14 yang diaplikasikan kepada Kristus. Ia menyatakan bahwa, Kristus telah menyediakan keselamatan melalui inkarnasi-Nya (datang ke dunia) dan kebangkitan-Nya (kembali dari kematian). Keselamatan itu disediakan Kristus bagi kita dan yang perlu kita lakukan adalah meresponi dan menerima anugrah keselamatan itu.

Banyak orang berpikir bahwa untuk diselamatkan diperlukan proses yang rumit, akan tetapi itu tidak benar, sesungguhnya jika kita percaya dengan hati dan mengaku dengan mulut bahwa Kristus adalah Tuhan yang bangkit, maka kita akan diselamatkan. Ini artinya supaya diselamatkan, seseorang harus percaya bahwa Yesus sudah dibangkitkan dari kematian, karena kebangkitan merupakan dasar utama dari kepercayaan orang Kristen. Orang Kristen harus percaya bukan hanya bahwa Yesus pernah hidup, tetapi juga bahwa Yesus masih tetap hidup. Tetapi seseorang tidak hanya percaya di dalam hatinya; ia juga harus mengaku dengan bibirnya. Karena Kekristenan adalah kepercayaan ditambah pengakuan; kekristenan melibatkan unsur kesaksian di hadapan manusia. Jadi, jika kita percaya kita perlu mengaku bukan hanya di hadapan Allah, akan tetapi juga di hadapan manusia.

 

M3 (MELAKUKAN)

Berdasarkan kebenaran firman Tuhan hari ini, temuilah salah seorang kenalan Anda yang masih belum percaya atau ragu-ragu untuk percaya kepada Yesus. Bagikanlah firman Tuhan hari ini, teguhkanlah dia, dan bimbinglah ia untuk menyatakan pengakuan imannya. Kemudian berdoalah bersama-sama dengan dia.

M4 (MEMBAGIKAN)

Bagikanlah berkat yang Anda dapatkan dari firman Tuhan hari ini maupun dari pengalaman Anda dalam melakukan M3 kepada teman komsel, keluarga atau sahabat rohani Anda!

 

Ayat Hafalan:

Amsal 3:5-6 “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: 2 Samuel 1-2; Lukas 14:1-24 

 

 

 TOP

 

Minggu, 18 April 2010

2 Korintus 5:6-10 
”Hidup Karena Percaya”

 

M1 (MENERIMA)           

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menguatkan kita untuk menjalani hidup yang penuh penderitaan ini dengan hanya percaya kepada Tuhan

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.       Bagaimana sikap hati Paulus selama ia menjalani kehidupan yang sementara ini? (6-7)

2.       Hal apakah yang Paulus inginkan? (8)

3.       Apakah komitmen Paulus ketika ia menjalani kehidupannya? (9). Mengapa ia bersikap demikian? (10)

 

Pengajaran

                Dalam bagian ini Rasul Paulus mengajak kita untuk melihat rahasia besar yang akan memberikan kekuatan kepada kita di dalam menjalani hidup dengan segala penderitaannya. Rahasia itu adalah sesuatu yang tidak kelihatan dan tidak nampak dengan mata jasmani kita, yaitu keselamatan, hidup kekal, kesukaan sorga, dan kemuliaan orang saleh di sorga. Dan ini merupakan pengharapan orang-orang percaya yang menyadari bahwa penderitaan di dunia ini akan berlalu, tetapi kesukaan sorga kekal. Dalam penjelasannya Paulus mengkontraskan antara tubuh yang fana (tenda di bumi) dengan tubuh kebangkitan (bangunan yang tidak dibangun oleh tangan manusia). Tubuh manusia yang fana bukanlah tempat kediaman roh yang tetap, melainkan disebut sebagai kemah saja. Kemah tidaklah kokoh, mudah rusak dan roboh. Demikian juga tubuh kita ini  mudah terkena penyakit bahkan satu saat kita akan mati dan  kembali ke tanah. Ini berarti tubuh kita akan menjadi rusak dan lenyap, akan tetapi Tuhan akan memberikan kepada kita tubuh yang baru yang tidak akan binasa. Tubuh itu merupakan suatu tempat kediaman, suatu pakaian agar roh kita dapat tinggal di dalam kekekalan. Suatu tubuh yang tidak akan binasa, mulia, bebas dari dosa untuk bersekutu dengan Allah Bapa kita. Paulus dengan jelas menyatakan bahwa tubuh sekarang ini membuat kita  mengeluh, akan tetapi ketika kita meninggal kita akan memiliki tubuh yang akan disempurnakan untuk hidup yang kekal. Dan sebagai orang percaya, seharusnya Roh Kudus yang ada di dalam diri kita itu memberikan jaminan bahwa Allah akan memberikan tubuh yang kekal kepada kita pada saat kebangkitan, sehingga kita memiliki kekekalan.

Kebenaran ini seharusnya memberikan keyakinan dan ketabahan kepada kita untuk bertahan dalam menghadapi segala hal yang harus kita alami. Dan seperti halnya Paulus tidak takut meninggal, kita juga tidak perlu takut dalam menjalani hidup ini ataupun ketika kita harus meninggalkan orang yang kita kasihi di dunia ini, karena kita memiliki pengharapan hidup kekal di dalam Kristus. Bagi orang  percaya, kematian hanyalah merupakan awal kehidupan kekal bersama Tuhan. Oleh sebab itu tetaplah melanjutkan hidup. Biarlah harapan hidup kekal ini memberikan keyakinan dan inspirasi kepada kita untuk tetap menjalani hidup ini.

 

M3 (MELAKUKAN)

Hal-hal apakah yang seringkali membuat Anda takut, kuatir, dan menderita dalam menjalani hidup ini? Bacalah Buku Purpose Driven Life bab 6, agar Anda bisa belajar bagaimana seharusnya menyikapi hidup Anda!

M4 (MEMBAGIKAN)

Bagikan berkat rohani yang Anda peroleh lewat perenungan firman Tuhan atau dari bahan bacaan yang Anda baca kepada sahabat rohani, teman komsel atau rekan kerja Anda!

 

Ayat Hafalan:

Amsal 3:5-6 “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

 

Bacaan Alkitab 1 tahun: 2 Samuel 3-5; Lukas 14:25-35

 

 

 TOP

 

 

Pokok Doa

 

1.             Doakan untuk bangsa dan Negara Indonesia, masalah politik, ekonomi, berbagai kasus korupsi yang belum terselesaikan, juga daerah-daerah yang mengalami banjir dan longsor,  bantuan yang disalurkan dapat sampai kepada mereka.

2.             Doakan kelas Kambium yang sedang berlangsung, dapat menolong jemaat bertumbuh dan doakan juga kesetiaan peserta untuk mengikutinya sampai akhir April.

3.             Doakan pelaksanaan kelas “B2B” mulai tgl 26 April 2010, peserta dan pembicara.

4.             Doakan Retreat Pra Baptis yang akan diadakan pada tgl 12-13 Mei , kiranya saudara-saudara yang akan dibaptis dapat mengikuti dan mempersiapkan diri untuk menerima baptisan kudus pada tgl. 13 Mei 2010

5.             Doakan kesetiaan jemaat untuk beribadah, melayani Tuhan, melakukan firman  dan hidup tidak sekadar hidup, tetapi hidup yang bertujuan

6.             Doakan rencana pembelian tanah untuk pelayanan misi dan pengembangan gereja (dana yang diperlukan dan partisipasi jemaat dalam mendukung)

7.             Berdoa untuk saudara/i yang sedang lemah tubuh :

·   Samuel Roazen cucu Bp. Yunus agar pita suaranya dapat tumbuh

·   Ibu Joyce , pemulihan dari stroke

·   Bapak Nio Yun On, pemulihan dari stroke

·   Ibu Yan Yen Ing/mama Cun Cun, pemulihan dari stroke

·   Ibunda dari Ibu Leng Kim, sakit hernia yang akut

·   Bapak Teddy , kanker getah bening dan komplikasi

· Pdt. Inge Wibowo (GKKK Solo) pemulihan setelah operasi

· Ibu Tjong Tjhui Jun, diabet, jantung

· Bapak Poi Siang Cun, sakit diabet, ginjal

· Michael Ferdinand (SD kelas 2, anak Bp. Johan-Aida), paru-paru

· Ibu Lim Pin Nio (Ibu Pipin), stroke

· Jodie,anak Bp. Jonatan/cucu dari ibu Lo Fung Cen, kanker limpa

· Bp. Chen Ik Kiong pemulihan kesehatan

· Bp. Gunadi Tirta, lupus dan jantung

· Bp. Chandra Setiawan (Asien), jantung

· Bp. Hen Tjun Tjan, pemulihan kesehatan

 

TOP

   

Hit Counter