PELITA Vol. 150

21-27 Des 2009

Senin, 21 Des 2009

Selasa 22 Des 2009

Rabu, 23 Des 2009

Kamis, 24 Des 2009

Jumat, 25 Des 2009

Sabtu, 26 Des 2009

Minggu, 27 Des 2009

POKOK DOA

 

 

GRACE AND GIVING

 

                Perayaan Natal menjadi pusat perhatian bagi umat manusia di se-antero dunia pada minggu ini. Segala persiapan-persiapan pun diadakan; membersihkan dan mendekorasi gereja serta rumah-rumah dengan nuansa natal dan tak ketinggalan juga pusat-pusat perbelanjaan dibuat semeriah mungkin, mempersiapkan kue dan makanan untuk dinikmati pada hari Natal, mempersiapkan ibadah dan acara-acara lainnya yang berkaitan dengan Natal dan lain-lain. Namun, sesungguhnya apakah yang menjadi pusat bagi sebuah perayaan Natal itu sendiri ? Makna yang paling hakiki, dan substansinya yang paling sentral dari sebuah perayaan Natal adalah kasih Allah. Yohanes 3:16 meyatakan bahwa, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. Itulah alasan mengapa ada Natal dan setiap tahun kita merayakannya.

                  Natal hendak mengingatkan kepada kita bahwa Allah sangat mengasihi kita dan oleh karena kasih-Nya itu, Ia rela menganugerahkan dan mengorbankan Yesus Kristus untuk segala kebaikan kita. Dan ketika Dia membagikan kasih-Nya kepada kita tersebut, dibagikan-Nya atas dasar tanpa batas, tanpa memandang siapa yang layak dan tidak layak untuk diberi. Kasih-Nya yang mau berkorban, kasih-Nya yang memberi diri, kasih-Nya yang tanpa syarat, tanpa batas dan tanpa pamrih kiranya akan menjadi sumber inspirasi kita sebagai orang Kristen yang telah diberikan anugerah untuk menjadi penyalur kasih karunia Allah bagi sesama kita. Salah satu hal yang dapat kita lakukan sebagai penyalur kasih karunia Allah adalah memberi bagi orang lain. Untuk itu di Natal ini, marilah kita pusatkan hati dan pikiran kita untuk memikirkan akan beberapa hal; bersediakah kita untuk mengasihi orang lain, meskipun mereka sekalipun mereka itu berbeda dari kita? Maukah kita berkorban untuk orang lain? Maukah kita memberi bagi orang lain?

                PELITA edisi 150 ini, akan menuntun kita melalui firman Tuhan bagaimana seharusnya hidup orang Kristen yang telah mendapatkan anugerah kasih karunia dari Allah bagi sesama dan dunia ini. Bacalah dan pelajarilah sesuai dengan langkah-langkah 4M yang ada di dalamnya, maka kita pun akan menjadi agent of grace dan memberkati orang lain demi kemuliaan Tuhan. SELAMAT HARI NATAL 2009!

 

redaksiPELITA

 

TOP

 

Senin, 21 Desember 2009

Lukas 6:27-36

“Mengasihi tanpa terkecuali”

 

M1 (MENERIMA)           

1.       Berdoalah mohon Tuhan menolong kita agar kita dapat belajar seperti Tuhan Yesus, mengasihi tanpa kecuali.

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.         Tuliskanlah pengajaran Tuhan Yesus tentang sikap kita terhadap orang yang membenci kita? (27-29)

2.         Bagaimanakah sikap kita terhadap orang yang meminta, orang yang meminjam? (30,34) mengapa? (33)

3.         Bagaimanakah seharusnya sikap kita terhadap musuh kita? mengapa? (35)   

 

Pengajaran

Tidak ada perintah Yesus yang menimbulkan begitu banyak diskusi dan perdebatan daripada perintah untuk mengasihi musuh kita. Sebelum kita dapat mentaatinya kita harus mengetahui apa maksudnya. Dalam bahasa Yunani ada kita kata untuk kasih. Eran, yang menggambarkan kasih yang menyerah (kan), kasih dari seorang perjaka terhadap seorang dara. Philein, yang melukiskan kasih kita kepada orang-orang yang paling dekat dan yang paling dikasihi, perasaan kasih yang hangat. Kedua kata ini tidak dipakai di sini. Kata yang dipakai di sini adalah agapan, yang membutuhkan seluruh pasal ini untuk menerjemahkannya.

Agapan menggambarkan suatu perasaan kasih yang dinyatakan dalam tindakan; itu berarti tidak peduli apapun yang orang itu lakukan terhadap kita, kita tetap memperlakukan yang terbaik baginya, dan tetap mengasihinya. Hal ini sangat bersifat sugestif. Kita tidak mengasihi musuh kita seperti kita mengasihi orang-orang yang paling dekat dan kita kasihi. Kalau kita melakukan hal itu maka tidak wajar, tidak mungkin dan bukan salah. Namun yang diperintahkan Yesus ini adalah tidak perduli apapun yang orang lakukan terhadap kita, bahkan seandainya ia berbuat jahat atau mencelakakan kita, kita akan tetap mengusahakan yang terbaik baginya.

Satu hal timbul dari sini. Mau tak mau kita menyatakan kasih kepada orang yang kita kasihi. Kita berkata-kata tentang jatuh cinta; itu adalah sesuatu yang terjadi atas kita. tetapi kasih yang ditunjukkan kepada musuh-musuh ini bukan hanya berasal dari hati; tetapi dari kehendak. Kasih seperti itu adalah suatu yang dengan anugerah Kristus kita dimampukan untuk melaksanakannya.

Ketika kita bertindak, berbuat seperti ini, kita paling seperti Allah. Allah memberikan hujan bagi orang benar maupun orang tidak benar. Ia mengasihi mereka yang memberikan kegembiraan kepada-Nya, tetapi  juga Ia tetap mengasihi mereka yang menyusahkan hati-Nya. Kasih Allah baik bagi orang kudus maupun orang berdosa. Kasih itulah yang harus kita tiru; jika kita pun berusaha melihat kebaikan musuh-musuh kita, maka kita akan benar-benar menjadi anak-anak Allah.

Sepuluh hari lagi kita akan mengakhiri tahun  2009, marilah kita bertekad menjadi Agent Of Grace , khususnya dalam mengasihi sesama kita. tema kotbah kita adalah Grace and Giving, sebagai orang-orang yeng telah menerima anugerah keselamatan dari Tuhan, marilah kita belajar memberi. Ketika kita dapat mengasihi tanpa kecuali, saat itulah kita paling serupa dengan Kristus. Buatlah sebuah tekad, dan lakukanlah tekadmu, Tuhan memberkati.

 

M3 (MELAKUKAN)

1.       Tuliskanlah hal-hal apa saja yang kita perbuat terhadap sesama masih dengan pengecualian, buatlah tekad untuk dapat mengasihi seperti Kristus mengasihi kita. 

 

M4 (MEMBAGIKAN)

1.       Bagikanlah berkat ketika Saudara dapat mengashi tanpa kecuali.      

 

Ayat Hafalan:

Yakobus 1:17 “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran”.

 

Bacaan Alkitab 1 Tahun: Mikha 4-5; Wahyu 12

 

 TOP 

Selasa, 22 Desember 2009

Lukas 19:1-10
“Memberi: Respon terhadap Anugerah”

 

M1 (MENERIMA)

1.       Mengucap sykurlah kepada Tuhan untuk anugerah-Nya bagi kita dengan sikap dan tindakan mau memberi bagi sesame kita.

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.       Siapakah Zakheus ? Apa yang dilakukannya saat ia mengetahui bahwa Yesus berada di kota Yerikho ? (2-3)

2.       Apakah yang dilakukan Yesus ketika Ia sampai  di suatu tempat di mana Zakheus berada ? Apakah yang dikatakan-Nya ? Bagaimana respon Zakheus pada saat itu ? (5-6)

3.       Apakah yang Zakheus janjikan kepada Yesus dan bagaimana respon Yesus kepada Zakheus saat itu ? (8-9)

4.       Apakah tujuan kedatangan Anak Manusia ? (10)

 

Pengajaran

                Kisah tentang Zakheus sudah sangat dikenal sejak kita masih berada di sekolah minggu.  Dia adalah seorang Yahudi yang kaya sekaligus memiliki jabatan sebagai kepala pemungut cukai di daerahnya. Pemungut cukai adalah orang Yahudi yang bekerja pada pemerintah Roma, oleh sebab itu para pemungut cukai ini dianggap sebagai pengkhianat oleh orang-orang Yahudi. Tak heranlah jika Zakheus ditolak oleh kebanyakan orang sebangsanya, apalagi image seorang pemungut cukai pada saat itu memiliki konotasi yang negatif, karena dianggap mereka adalah orang yang memperkaya diri sendiri dengan memeras bangsanya sendiri atau dengan menggelapkan cukai, istilah saat ini adalah koruptor.  Sebagai seorang yang dinilai pengkhianat dan koruptor, Zakheus sangat dibenci dan mengalami penolakan oleh masyarakat dan menjadikannya seorang yang tersisih. Hidupnya dilalui dengan kesendirian karena tidak ada yang mau mendekati atau berteman dengannya sampai saat Yesus datang menjumpainya di kota Yerikho.

                Kehadiran Yesus di kotanya membawa suatu sukacita bagi Zakheus, bukan hanya karena ia akhirnya bisa melihat Yesus; seorang yang namanya sudah sangat terkenal yang dapat melakukan mujisat dan lain-lain, tetapi juga karena Yesus mau menyapanya dan kesediaan Yesus untuk menumpang di rumahnya (5). Sikap Yesus ini mendatangkan sungut-sungut dikalangan orang banyak pada saat itu (7). Bagi mereka, kesediaan Yesus menumpang di rumah Zakheus adalah ungkapan penerimaan, sementara mereka menganggap Zakheus tidak pantas menerimanya. Itulah anugerah. Sikap dan tindakan Yesus dengan bersedia menumpang di rumah Zakheus, sesungguhnya untuk menyatakan bahwa anugerah Allah berlaku juga atas orang yang banyak dosanya dan dibuang oleh sesamanya. Dan itulah tujuan Allah datang ke dalam dunia ini dengan berinkarnasi sebagai manusia di dalam Yesus Kristus, yaitu untuk mencari dan menyelamatkan yang sesat (10). Zakheus pun bersukacita menyambut Yesus dan sebagai respon dari penyambutan Yesus atas dirinya, ia memberikan setengah dari hartanya untuk dikembalikan pada orang miskin dang anti rugi empat kali lipat oada orang-orang yang telah diperasnya (8). Itulah bukti pertobatannya dan bukti bahwa anugerah Allah telah mengubah hidupnya.

                Kita adalah orang-orang yang telah mengalami anugerah Allah seperti Zakheus. Apakah respon Saudara atas anugerah Allah bagi Saudara? Di lingkungan kita banyak orang miskin dan tersisihkan. Maukah kita menghampiri mereka serta berbagi dengan mereka? Mereka adalah orang yang perlu mendengarkan Kabar Baik bahwa Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang, dalam sikap dan tindakan kita antara lain sikap tindakan memberi bagi mereka.

 

M3 (MELAKUKAN)

1.       Pikirkan dan lakukanlah pemberian apakah yang sepantasnya Saudara beri kepada sesama kita khususnya mereka yang miskin dalam merayakan Natal tahun ini !

 

M4 (MEMBAGIKAN)

1.       Bagikanlah berkat dan pelajaran rohani yang Saudara dapatkan dari pengajaran firman Tuhan hari ini kepada anggota keluarga dan teman-temanmu !

 

 Ayat Hafalan:

Yakobus 1:17 “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran”.

 

Bacaan Alkitab 1 Tahun: Mikha 6-7; Wahyu 13

 

 TOP

Rabu, 23 Desember 2009

Kisah Para Rasul 6:1-7
“Melayani orang miskin”

 

M1 (MENERIMA)

1.       Berdoalah mohon Tuhan menolong kita untuk lebih memperhatikan saudara-saudara seiman yang membutuhkan.

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.       Masalah apakah yang terjadi ketika jumlah murid makin bertambah ? (ay 1 )

2.       Bagaimanakah  cara mengatasi  masalah yang sedang terjadi di antara murid Tuhan ?( ay 3-5 )

3.       Apakah dampaknya setelah mereka para murid Tuhan mengatur dengan baik ?( ay 7 )

 

Pengajaran

                Seiring dengan perkembangannya. Gereja mulai menghadapi masalah-masalah organisasi dan lembaga. Tidak ada bangsa yang tetap bertanggung jawab  atas saudara-saudara mereka yang kurang beruntung  seperti bangsa Yahudi. Didalam sinagoga-sinagoga ada kebiasaan yang selalu dilakukan. Mereka yang memerlukan bantuan untuk sementara akan menerimanya sehingga mereka dapat meneruskan hidup. Gereja kristen dengan bijaksana mengambil alih kebiasaan ini. Akan tetapi di kalangan Yahudi sendiri terjadi perpecahan . Pihak Yahudi yang ortodoks yang kaku membenci  hal-hal diluar Yahudi.Dalam gereja kristen ada dua macam Yahudi. Ada Yahudi dari Yerusalem dan Palestina. Mereka berbicara dalam bahasa Aram. Pada sisi lain ada Yahudi dari negara luar, mereka telah melupakan keibranian mereka dan berbicara dalam bahasa Yunani. Akibatnya orang Yahudi yang berbahasa Aram dengan sombong memandang rendah dan menganggap hina orang Yahudi dari luar. Penghinaan ini bermuara pada penyaluran derma dan keluhan bahwa janda-janda Yahudi  yang berbicara Yunani dengan sengaja diabaikan. Para rasul tidak dapat turut campur dalam masalah seperti ini. Maka tujuh orang ini dipilih untuk meluruskan dan menangani situasi  ini.

                Para rasul menetapkan bahwa  ketujuh orang yang  terpilih  itu senantiasa  berada dibawah pengaruh Roh kudus. Rupanya para rasul menganggap bahwa tidak semua orang percaya senantiasa penuh dengan Roh. Dengan kata lain , mereka yang gagal untuk hidup setia dalam Roh (Gal 5:16-25) tidak akan penuh dengan Roh lagi.Oleh karena itu mereka yang terpilih ini dikhususkan untuk menangani masalah tsb.Sedangkan keduabelas rasul itu mengkhususkan diri pada ketujuh orang yang terpilih itu . tetapi mereka yang terpilih inipun harus dikhususkan oleh karena itu para rasul menumpangkan tangan pada ketujuh orang ini. Penumpangan tangan menunjukkan bahwa ketujuh orang ini dikhususkan bagi pekerjaan Allah dan suatu kesaksian akan kesediaan mereka untuk menerima tanggungan jawab dari panggilan Allah.

                Dengan terpilihnya ketujuh orang yang penuh dengan Roh  maka pengaturan pembagian untuk orang yang membutuhkan /yang miskin yang selama ini terbengkalai menjadi tertangani dengan baik . Semua pelayanan dapat dikerjakan ,sehingga diakhir peristiwa itu ditutup dengan ay 7 bagaimana luar biasanya pekerjaan firman banyak orang di Yerusalem menjadi murid dan sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.Oleh karena itu pekerjaan sekecil apapun untuk menolong siapapun ,jika dikerjakan  dengan baik, ada hati, dan penuh tanggung jawab , disitu ada penyertaan Tuhan dan yang terutama menjadi berkat bagi orang yang dilayani . Sehingga orang yang melayani dan yang dilayani sama-sama mendapat berkat  dan nama Tuhan dimuliakan.

 

M3 (MELAKUKAN)

1.       Ambillah tekad mulai hari ini untuk melakukan semua pekerjaan yang besar ataupun yang kecil,terutama untuk orang miskin , dengan baik, ada hati dan penuh tanggung jawab .

 

M4 (MEMBAGIKAN)

1.       Bagikan berkat yang anda peroleh setelah melakukan pekerjaan membantu orang miskin. Sehingga saudara , teman komsel ,mau melakukannya dan juga akan merasakan penyertaan, berkat Tuhan.

 

Ayat Hafalan:

Yakobus 1:17 “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran”.

 

Bacaan Alkitab 1 Tahun: Nahum 1-3; Wahyu 14

 

 TOP

Kamis, 24 Desember 2009

Kisah Para Rasul 20:32-38
“Teladan dalam memberi”

 

M1 (MENERIMA)           

1.       Berdoalah supaya kita dimampukan untuk menjadi agen-agen anugerah Allah secara khusus di hari Natal ini.

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.       Apa yang menjadi keinginan dan doa Paulus bagi para penatua jemaat di Efesus? (32)

2.       Mengapa Paulus tidak menginginkan perak, emas atau pakaian dari siapapun juga? (33-34)

3.       Contoh apakah yang telah diberikan Paulus kepada mereka? Apakah tujuan Paulus melalui pekerjaan yang dilakukannya? (35)

 

Pengajaran

Sebelum Paulus berpisah dengan para penatua jemaat di Efesus, ia memberikan beberapa pesan terakhir kepada mereka. Pertama, Paulus membuat beberapa penegasan tentang dirinya. (i) Dia telah berbicara tanpa rasa takut. Dia telah menceritakan kepada mereka semua kehendak Allah dan sama sekali tidak takut. (ii) Dia telah hidup tanpa tergantung pada orang lain. Untuk memenuhi kebutuhannya, dia telah bekerja dengan tangannya. Hasil kerjanya itu, bukan saja untuk dirinya sendiri, melainkan untuk orang lain yang tidak seberuntung dia. (iii) Dia menghadapi masa depan dengan berani. Paulus adalah tawanan Roh Kudus. Dengan kesadaran ini, Paulus sanggup menghadapi segala sesuatu yang akan terjadi pada masa mendatang. Kedua, Paulus juga memberikan beberapa penegasan tentang teman-temannya. (i) Dia mengingatkan akan tugas mereka. Mereka adalah penjaga dari kawanan Allah. Itu bukanlah tugas yang mereka pilih, melainkan untuk tugas itulah, mereka telah dipilih. Pelayan-pelayan dari Gembala yang Baik haruslah menjadi gembala dari domba-domba. (ii) Dia mengingatkan akan adanya bahaya. Di mana ada kebenaran, di situ ketidakbenaran akan menyerang. Itulah peperangan yang selalu ada di muka, untuk menjaga iman tetap utuh dan Gereja tetap murni.

Dalam sepanjang pelayanan Paulus, dia selalu menunjukkan ketekunan dan kerja kerasnya dan tidak pernah menggantungkan hidupnya kepada siapapun. Paulus selalu memberikan teladan dalam segala sesuatu kepada rekan-rekan sepelayanannya, terutama dalam hal memberi. Dalam ayat 33-34, Paulus menegaskan bahwa ia memberikan seluruh totalitas hidupnya kepada Tuhan yaitu dengan bekerja keras dan memenuhi kebutuhan hidup dan pelayanannya sendiri. Dia tidak bergantung kepada jemaat, tetapi dia justru memberi kepada orang-orang yang kekurangan. Pada bulan Desember dan secara khusus di malam Natal ini, baiklah kita kembali merenungkan apakah selama ini kita sudah menjadi agen-agen anugerah Allah. Apakah dalam kehidupan kita masing-masing, kita sudah bekerja keras untuk menolong dan membantu orang-orang yang kekurangan. Apakah kita mengalami kebahagiaan yang lebih ketika kita memberi, ataukah kita hanya merasakan kebahagiaan yang cukup untuk diri kita sekeluarga saja karena kita hanya mau menerima anugerah dari Tuhan? Saudara-saudaraku, biarlah saat ini kita mau menyadari bahwa anugerah Allah yang telah kita terima haruslah dibagikan kepada setiap orang yang masih belum mengalami anugerah Allah. Ketika Tuhan memberikan anugerah-Nya, maka Tuhan menginginkan bahwa kita sungguh-sungguh hidup dalam anugerah-Nya dengan menjadi agen-agen anugerah Allah. Teladan memberi adalah hal yang diteladankan Yesus kepada murid-murid-Nya, termasuk Paulus dan juga kepada setiap kita pada zaman ini. Menjadi agen anugerah Allah, itu berarti kita mau berusaha dan bekerja keras untuk membantu orang-orang yang lemah karena adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.

 

M3 (MELAKUKAN)  

1.       Marilah kita membuat suatu komitmen untuk membantu orang-orang yang lemah mulai hari ini dan melakukannya pada saat ini juga!

 

M4 (MEMBAGIKAN)  

1.       Bagikanlah kebenaran ini sebagai berita Natal bagi sahabat, keluarga dan rekan-rekan komsel kita.

 

Ayat Hafalan:

Yakobus 1:17 “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran”.

 

Bacaan Alkitab 1 Tahun: Habakuk 1-3; Wahyu 15

 

 TOP 

 

Jumat, 25 Desember 2009

2 Korintus 8:1-15
“Pelayanan Kasih”

 

M1 (MENERIMA)

1.       Mintalah hikmat dari Tuhan untuk menjadi seorang penyalur kasih karunia-Nya melalui kesediaan kita memberi bagi orang lain.               

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.       Sebutkan kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat di Makedonia? (1-2, 4)

2.       Bagaimanakah cara mereka memberi? (3-5)

3.       Apakah yang terjadi dengan jemaat Korintus dan apakah nasihat Paulus kepada mereka? (6-7) Apakah tujuan Paulus? (8)

4.       Apakah dasar pelayanan kasih? (9) Apakah tujuan melakukan pelayanan kasih? (14-15)

 

Pengajaran

                Jemaat-jemaat yang ada di kota Yerusalem sangatlah miskin dan mereka sangat dibenci oleh orang-orang Yahudi yang belum percaya. Kebanyakan mereka karena iman, telah kehilangan pekerjaan mereka, mereka dikucilkan dari sinagoge dan dicabut kewarganegaraannya. Tetapi mereka tetap kuat dalam iman. Dan, sudah menjadi kebiasaan orang-orang Yahudi yang telah pindah ke tempat jauh mengirim persembahan ke Bait Allah di Yerusalem, perbuatan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yahudi yang percaya , yang mengirim untuk orang-orang kudus di Yerusalem itu menyatakan persatuan yang indah sekali di antara orang-orang percaya kepada Kristus.  Paulus sudah menyurati jemaat Korintus  tentang bantuan ini dalam 1 Kor 16:1-4, dan ia kemudian mengingatkan kembali dalam 2 Kor 8-9, dan untuk membangkitkan semangat mereka melakukan pelayanan kasih, Paulus menulis beberapa hal yang penting:

  • Memberi bukan tunggu kaya (1-2 ). Jemaat Makedonia telah menjadi teladan dalam memberi, meskipun mereka sangat miskin mereka rela memberi. Allah memberi mereka kasih karunia untuk memberi .

  • Memberi adalah kasih karunia/anugerah (3-5) Jemaat Makedonia telah memberi menurut kemampuan mereka bahkan  lebih, mereka melakukan dengan kerelaan bahkan memaksa untuk mendapat kasih karunia memberi. Mereka terlebih dahulu memberi diri sendiri (mereka memberi diri dan uang mereka).

  • Memberi menunjukkan kemurahan hati (6-9)Paulus mengutus Titus kepada jemaat Korintus untuk menyelesaikan janji mereka untuk memberi dengan kerelaan hati (11-12),  yang menunjukkan kemurahan hati  ”kaya dalam pelayanan kasih”. Jemaat Korintus telah banyak dianugerahkan karunia rohani dan Paulus juga menuntut keiklasan kasih mereka untuk dapat kaya juga dalam kebajikan (8)

  • Memberi bukan sekedar perintah tetapi karena sudah mengenal kasih karunia Allah; ”rela menjadi miskin karena kita supaya kita kaya dalam kemiskinan-Nya (9). Perkataan Paulus ini merupakan  alasan yang kuat untuk melakukan pelayanan kasih/menunjukkan kemurahan hati dan akan memberi faedah (10).

  • Memberi bukan karena beban tetapi supaya seimbang,  (13-15). Paulus tidak bermaksud supaya jemaat di Yerusalem merasa senang dan jemaat Korintus merasa susah, tetapi supaya seimbang. Jemaat Korintus yang berkecukupan sudah seharusnya memberi kepada jemaat Yerusalem yang miskin.

 

M3 (MELAKUKAN)     

1.       Hari ini kita merayakan Natal: bukti nyata Allah memberi Anak-Nya kepada kita orang berdosa yang tidak layak. Mari hari ini kita melakukan pelayanan kasih-jadilah agen anugerah-Nya ; memberi kepada orang yang sangat membutuhkan dan tidak dapat membalas kebaikan Anda, yaitu  makanan/perhatian/kasih/ uang/..............................................

                                                                                                                                          

M4 (MEMBAGIKAN)                                 

1.       Bagikanlah berkat yang Anda dapatkan melalui Firman Tuhan hari ini kepada orang-orang sekitar Anda yang masih egois.

 

Ayat Hafalan:

Yakobus 1:17 “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran”.

 

Bacaan Alkitab 1 Tahun: Sefanya 1-3; Wahyu 16

 

 

 TOP

 

Sabtu, 26 Desember 2009

2 Korintus 9:6-15
“Berkat dari Memberi”

 

M1 (MENERIMA)            

1.       Bersyukurlah atas semua berkat yang telah Tuhan berikan kepada Anda dan juga mintalah Tuhan untuk menolong kita supaya kita bisa mengalami berkat ketika kita belajar memberi.

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.       Tuliskan 3 pelajaran tentang memberi yang disampaikan Paulus kepada jemaat di Korintus! (ay. 6-8)

2.       Sebutkan minimal 5 berkat  yang akan diterima oleh orang-orang yang berani memberi? (ay. 8-12)

3.       Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang telah melihat dan merasakan kesetian jemaat Korintus dalam memberi? (ay. 13-14)

 

Pengajaran

                Dalam perikop yang kita baca hari ini, Paulus mengajarkan tentang sukacita dan berkat yang akan diterima oleh orang-orang  yang setia dalam memberi. Berkaitan dengan hal tersebut, Paulus juga menekankan sikap seperti apa yang seharusnya dikembangkan oleh jemaat Korintus dalam memberi. Dengan diawali hukum memberi  -  yaitu bahwa  orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak pula – Paulus mengingatkan mereka untuk memberikan dengan sukarela dan percaya bahwa Tuhan akan melimpahkan segala kasih karunia-Nya sehingga kita akan senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan bahkan akan berkelebihan dalam pelbagai kebajikan.  Perhatikanlah Saudara, ketika kita berani memberi dengan rela dan percaya, Tuhan akan senantiasa memberkati segalanya , bahkan akan berkelebihan. Selain itu, selanjutnya Paulus  mengingatkan kita agar tidak usah kuatir dengan apa yang  akan diberikan dan apa yang bisa dinikmati jika kita memberi. Oleh sebab itu, di ayat 10-11, Paulus menyatakan bahwa Tuhanlah yang akan menyediakan benih dan roti untuk dimakan, bahkan yang melipatgandakannya. Selain itu, Tuhan jugalah yang memperkaya dengan segala kemurahan hati. Jadi segalanya adalah berasal dari Tuhan, bukan merupakan usaha kita atau karena kebaikan kita. Ini juga berarti segala yang ada pada kita itu bukan milik kita, itu adalah milik Tuhan yang dipercayakan kepada kita untuk kita nikmati dan kelola dengan bertanggung jawab. Dengan ini Paulus ingin mengajar jemaat untuk menikmati apa yang telah Tuhan sediakan secara bertanggung jawab, akan tetapi juga harus bertanggung jawab dalam membagikannya kepada sesama.  Dan sebagai  orang yang bertanggung jawab dan telah menikmati berkat Tuhan, jemaat Korintus adalah jemaat yang setia dalam melakukan pelayanan kasih dengan memberi (ay. 12). Akibatnya, melalui pelayanan mereka ada banyak keperluan orang-orang kudus yang dicukupkan,  dan hal itu mendatangkan ucapan syukur kepada Tuhan. Dan bukan hanya itu, orang-orang yang telah mendengar, melihat dan merasakan pelayanan kasih yang berisi pemberian itu juga memuliakan Tuhan dan mendoakan mereka.

                Saudara, segala  yang ada pada kita hari ini juga adalah milik Tuhan yang dipercayakan kepada kita untuk kita kelola dengan bertanggung jawab. Kita bukanlah pemilik yang berhak untuk menahan pemberian yang sudah Tuhan percayakan kepada kita. Sebagai pengelola, kita diberi kepercayaan untuk menikmati  pemberian Tuhan itu dengan bertanggung jawab, tetapi lebih dari itu sebagai agen anugrah kita dipanggil untuk  membagikan pemberian itu baik kepada keluarga  kita, teman kita, tetangga kita, gereja kita, ataupun lembaga-lembaga pelayanan yang membutuhkan.  Supaya dengan pemberian itu ada banyak kebutuhan yang tercukupi , ada banyak orang yang merasakan anugrah Tuhan, dan lebih dari itu Tuhan dimuliakan.

 

M3 (MELAKUKAN)

1.       Carilah dan temuilah seseorang yang Anda ketahui sedang memerlukan sesuatu(perlu makanan, pakaian, obat, uang, Alkitab, alat kebutuhan sekolah, dll).  Berikanlah apa yang mereka butuhkan itu (berikan sesuai dengan kemampuan Anda)!

 

M4 (MEMBAGIKAN)

1.       Bagikanlah berkat yang Anda dapatkan dari firman Tuhan hari ini maupun dari pengalaman Anda dalam melakukan M3 kepada teman komsel, keluarga atau sahabat rohani Anda!

 

Ayat Hafalan:

Yakobus 1:17 “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran”.

 

Bacaan Alkitab 1 Tahun: Hagai 1-2; Wahyu 17

 

 TOP

Minggu, 27 Desember 2009

1 Timotius 6:17-19
“Kaya dalam Kebajikan”

 

M1 (MENERIMA)

1.       Berdoalah supaya kita dapat meresponi dengan baik segala anugerah Allah bagi kita melalui kebajikan bagi orang lain.

 

M2 (MERENUNGKAN)

1.       Sebutkan 3 hal yang harus diperingatkan kepada orang-orang kaya di dunia ini ? (17-18)

2.       Pada siapakah kita harus menggantungkan harapan kita di dunia ini ? Mengapa ? (17b)

3.       Menurut Paulus, apakah yang sesungguhnya  telah kita lakukan dengan memberi dan membagi ? (19)

 

Pengajaran

               Surat Paulus yang pertama kepada Timotius ini merupakan salah satu surat penggembalaan atau pastoral yang dikirimkan secara khusus kepada Timotius yang pada saat itu sedang menjalakan tugas penggembaannya, yaitu sebagai gembala sidang jemaat Efesus.  Maksud Paulus adalah untuk memberikan nasihat-nasihat praktis bagi Paulus dan dapat menolongnya menggembalakan jemaat Efesus yang pada saat itu sedang dikacaukan dengan ajaran-ajaran sesat serta hal-hal negatif lainnya yang melanda manusia di dunia, antara lain kesombongan.

               Kesombongan adalah suatu tindakan meninggikan diri atau memegahkan diri atas segala sesuatu yang dimiliki, antara lain atas kepemilikan kekayaan dan menjadikan kekayaan itu sebagai harapan hidupnya, sebagai Tuhan yang layakkan dibanggakan dan dimuliakannya. Fenomena inilah yang sedang terjadi baik di jemaat Efesus maupun umat manusia di dunia ini.  Kepada mereka yang menyatakan diri sebagai orang kaya ini yang senantiasa menganggap kekayaan itu sebgai kemuliaan hidupnya, Paulus mengingat bahwa sesungguhnya  segala sesuatu yang mereka punyai, mereka terima dari Tuhan, sehingga tidak ada alasan apa pun untuk meninggikan atau memegahkan diri, seolah-olah itu semua adalah usaha sendiri serta memuliakan kekayaan itu. Kekayaan itu hanya bersifat sementara saja. Paulus mengharapkan supaya manusia dapat menyingkirkan segala kebanggan dan kemuliaannya di dunia ini karena tidak ada sesuatupun yang pantas kita banggakan dan muliakan  selain Yesus Kristus saja. Yesus Kristus adalah satu-satunya kebanggaan dan kemuliaan kita yang berlimpah dengan kasih karunia-Nya.  Di sini Paulus menghubungkan kerendahan hati dengan anugerah (grace) bahwa anugerah merupakan dasar yang penting bagi pembentukan kerendahan hati manusia. Orang yang sadar akan anugerah Allah baginya, tidak akan menutup hatinya untuk membagikan dan menyalurkan anugerah itu juga bagi orang lain. Kesadaran akan anugerah Allah itu akan menghancurkan keegoisannya mau memberi dan membagi bagi orang lain sebagaimana Allah yang mau meninggalkan kemuliaan-Nya, menjadi manusia dan menjalani penderitaan demi memperkaya manusia di dalam kekayaan kasih karunia-Nya.

Sebagai orang Kristen kita adalah orang yang kaya dengan kasih karunia Allah yang berlimpah. Dan tugas kita adalah menjadi penyalur kasih karunia itu bagi orang lain melaui kebajikan kita, menjadi sumber berkat bagi orang lain.

              

M3 (MELAKUKAN)

1.       Ambillah tekad pada saat ini bahwa Saudara mau menjadi agent of grace  yang sesuai dengan kehendak Tuhan membagi dan memberi bagi orang lain!

 

M4 (MEMBAGIKAN)

1.       Bagikanlah berkat atau pelajaran rohani yang Saudara dapatkan dari pengajaran firman Tuhan hari ini kepada anggota keluarga dan teman-temanmu !

 

Ayat Hafalan:

Yakobus 1:17 “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran”.

 

Bacaan Alkitab 1 Tahun: Zakharia 1-4; Wahyu 18

 

 TOP 

Pokok Doa

 

1.             Natal adalah momentum bagi banyak orang yang belum mengenal Kristus; membuka hati mereka dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, doakan kiranya akan banyak jiwa-jiwa yang terhilang yang memperoleh keselamatan, dan Tuhan menolong setiap orang percaya memiliki hati merindukan jiwa yang tersesat dan  berdoalah agar Tuhan membukakan pintu-pintu kesempatan Injil diberitakan.

2.             Berdoalah untuk  Kebaktian Malam Natal 24 Desember dan Kebaktian Natal 2009  “Agent Of Grac 25 Desember, kiranya jemaat dengan setia menghadiri  dan mengerti untuk menjadi agen /alat anugerah Allah. Doakan jiwa-jiwa dapat dimenangkan melalui perayaan Natal tahun ini.

3.             Doakan kunjungan social dalam rangka Natal mulai tgl 20 s/d 26 Desember, kiranya setiap jemaat mau menjadi agent of grace.

4.             Berdoa untuk saudara/i yang sedang lemah tubuh :

·   Samuel Roazen cucu dari Bp. Yunus Muliawan, agar pita suaranya dapat tumbuh

·   Ibu Joyce , pemulihan dari stroke

·    Bapak Nio Yun On, pemulihan dari stroke

·    Ibu Yan Yen Ing (mama Cun Cun), pemulihan dari stroke

·   Ibunda dari Ibu Leng Kim, sakit hernia yang akut

·   Bapak Teddy , kanker getah bening dan komplikasi

·  Pdt. Inge Wibowo (GKKK Solo) pemulihan setelah operasi

·  Ibu Tjong Tjhui Jun, diabet, jantung

·  Bapak Poi Siang Cun, sakit diabet, ginjal

·  Ibu Tjia Lan Ing, penyempitan jantung dan radang lambung

·  Michael Ferdinand (SD kelasa 2, anak Bp. Johan-Aida), paru-paru

5.             Doakan Negara kita agar para pemimpin atau politisi mempunyai komitment anti korupsi dan menciptakan hukum yang jelas terhadap tindak korupsi .

 

 

 TOP

Hit Counter